Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Survei Terbaru, Perempuan di Indonesia Lebih Aman Secara Finansial

📅 Kamis, 27 Feb 2025, 18:27 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Survei Terbaru, Perempuan di Indonesia Lebih Aman Secara Finansial Doc: istimewa
Ket. Menurut survei terbaru, Sun Life Asia, mayoritas perempuan Indonesia merasakan peningkatan dalam kesejahteraan finansial mereka dibandingkan generasi sebelumnya

JAKARTA- Perempuan di Indonesia telah mencapai kemajuan signifikan dalam hal keamanan finansial, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola kekayaan dan perencanaan keuangan mereka. 

Menurut survei terbaru perusahaan penyedia layanan jasa keuangan internasional terkemuka, Sun Life Asia berjudul Women’s Wealth in Focus: Building Confidence and Security, mayoritas perempuan Indonesia merasakan peningkatan dalam kesejahteraan finansial mereka dibandingkan generasi sebelumnya. 

"Lebih dari tiga perempat (78%) perempuan di Indonesia merasa bahwa kondisi keuangan mereka lebih baik dibandingkan saat ibu mereka seusia mereka. Namun, beban finansial yang muncul dari tanggung jawab multi-generasi tetap menjadi tantangan utama,"ucap Elin Waty, President Commissioner Sun Life Indonesia di Jakarta, Kamis (27/2)

Dipaparkan, Elin sebanyak 32% ibu melaporkan stres akibat harus mengatur kebutuhan anak dan orang tua secara bersamaan, mencerminkan tanggung jawab finansial yang signifikan dalam keluarga.

Meskipun 65% perempuan telah menabung untuk perawatan lansia orang tua mereka, hanya 11% yang mengharapkan dukungan penuh dari anak-anak mereka di masa depan. Hal ini menunjukkan keinginan perempuan untuk membangun ketahanan finansial secara mandiri tanpa harus bergantung pada generasi berikutnya.

Masalah kesehatan menjadi faktor dominan yang mempengaruhi keputusan finansial perempuan, dengan 59% menyebutnya sebagai pemicu utama dalam mengambil keputusan besar, diikuti oleh pembelian rumah (46%) dan perubahan signifikan dalam pendapatan (38%).

Kurangnya literasi keuangan menjadi hambatan besar bagi masa depan finansial yang lebih cerah bagi lebih dari setengah responden (56%). Hambatan lainnya termasuk pendapatan perempuan yang sering lebih rendah dibandingkan laki-laki dalam profesi yang sama (45%) serta tingginya biaya kesehatan (43%).

Bagi para ibu, aspirasi finansial utama mereka adalah memastikan keamanan jangka panjang. Tujuan yang paling umum meliputi menabung untuk pendidikan anak (69%), membangun dana darurat (53%), dan mengajarkan literasi keuangan serta konsep investasi kepada anak-anak mereka (50%).

"Ketika ditanya arti dari keamanan finansial, sebagian besar perempuan menyebut memiliki tabungan yang cukup untuk pengeluaran tak terduga (74%), bebas dari utang (68%), dan memiliki pendapatan pasif yang stabil (48%),"ungkap Elin.

Perempuan di Indonesia terus berupaya menyeimbangkan kebutuhan finansial mereka dengan tanggung jawab terhadap keluarga. Sebanyak dua pertiga (66%) perempuan secara rutin mengutamakan kebutuhan finansial anggota keluarga, seperti kerabat lansia dan anak-anak, dibandingkan kebutuhan pribadi mereka sendiri.

Lebih dari tiga perempat (78%) perempuan mengorbankan perawatan medis pribadi, termasuk perawatan rutin seperti pemeriksaan gigi dan cek kesehatan tahunan, untuk membiayai pengobatan keluarga mereka.

Hampir setengah (44%) perempuan menilai pengetahuan mereka tentang produk keuangan dan investasi sebagai tingkat dasar atau pemula. Meskipun mayoritas mampu menyebutkan saldo pensiun saat ini (75%), rata-rata hasil tahunan investasi mereka (65%), dan suku bunga terkini di Indonesia (59%), masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman finansial mereka.

Sebanyak 64% perempuan dengan hipotek tidak dapat memperkirakan sisa saldo utang mereka, dan 35% tidak mampu menyebutkan hasil tahunan rata-rata dari investasi mereka. Lebih dari setengah (54%) perempuan menghadapi tantangan dalam menemukan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan unik mereka. Ketika mencari nasihat keuangan, hampir dua pertiga (63%) lebih memilih berkonsultasi dengan penasihat keuangan perempuan.

Elin Waty, mengatakan, perempuan di Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks dalam mencapai stabilitas finansial. Survei itu menemukan bahwa lebih dari setengah (54%) perempuan mengalami kesulitan menemukan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan unik mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp105.300...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.