Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Kelautan Tiongkok Cetak Rekor 10,5 Triliun Yuan pada 2024

📅 Rabu, 26 Feb 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Ekonomi Kelautan Tiongkok Cetak Rekor 10,5 Triliun Yuan pada 2024 Doc: istimewa
Ket. Produk laut bruto Tiongkok telah mencapai 10,54 triliun yuan pada 2024, menandai peningkatan 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menunjukkan pertumbuhan yang kuat di beberapa sektor.

BEIJING - Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok, pada Senin (24/2) mengumumkan bahwa ekonomi kelautan negara itu pada 2024 lalu untuk pertama kalinya mencapai tonggak penting dengan mencatatkan produk laut bruto melampaui 10 triliun yuan.

Seperti dikutip dari Antara, sebuah laporan tahunan dari kementerian tersebut menunjukkan produk laut bruto Tiongkok telah mencapai 10,54 triliun yuan pada 2024, menandai peningkatan 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menunjukkan pertumbuhan yang kuat di beberapa sektor.

“Manufaktur kelautan muncul sebagai pendorong utama, menyumbang 30 persen lebih dari total produk laut bruto. Secara khusus, sektor jasa merupakan kontributor terbesar bagi ekonomi kelautan pada 2024, menyumbang 59,6 persen dari total produk laut bruto,” sebut laporn tersebut.

“Pariwisata menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat, dengan wisata kapal pesiar mengalami peningkatan popularitas yang signifikan,” bunyi laporan itu.

Sementara itu, tenaga angin lepas pantai memasuki tahap baru dalam pengembangan skala besar, seiring dengan pertumbuhan pembangkit listrik tahunan yang mencapai hampir 30 persen secara tahunan atau year on year/yoy.

Laporan tersebut juga menyoroti pertumbuhan yang signifikan dalam proyek-proyek pengembangan kelautan pada tahun lalu. Otoritas Tiongkok pada 2024 menyetujui 4.123 proyek baru pemanfaatan laut dan pulau seluas 263.000 hektare, dengan total investasi sebesar 1,07 triliun yuan.

Angka-angka tersebut menunjukkan peningkatan masing-masing sebesar 70 persen, 6,9 persen, dan 12,3 persen (yoy), yang mendukung proyek-proyek minyak, gas, dan pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai.

Tingkatkan Subsidi

Sementara itu, Kementerian Pertanian dan Urusan Perdesaan Tiongkok pada Selasa mengatakan akan memperluas cakupan subsidi untuk menggantikan mesin-mesin pertanian yang sudah tua dan usang serta menaikkan tingkat subsidi pada 2025.

Sembilan jenis mesin pertanian yang ada akan digabungkan dengan enam kategori baru dalam program subsidi tersebut, yaitu mesin penabur bibit padi, terminal pemantauan lahan pertanian, drone perlindungan tanaman, pengering bijian-bijian (mesin pengering), mesin penyortir warna, dan mesin penggiling tepung.

Menurut pernyataan yang dirilis bersama oleh kementerian dan tiga otoritas pemerintah pusat lainnya, Tiongkok akan terus meningkatkan standar subsidi untuk mesin-mesin pertanian tertentu pada tahun ini.

Misalnya, subsidi maksimum untuk menggantikan mesin pemetik kapas akan dinaikkan dari 60.000 yuan atau sekitar 8.365 dollar AS menjadi 80.000 yuan per unit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Timnas Italia Bangkit, Takl...
Megapolitan
Jakarta Diprediksi Cerah Be...
Olahraga
Indonesia Imbang Lawan Mala...

Penataan dan Penertiban Kabel Utilitas di Jakarta

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan dan Penertiban Kab...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.