Kawah Savonoski, Lubang Misterius yang Membingungkan Para Ilmuwan
Selasa, 25 Feb 2025, 06:10 WIBDi Taman Nasional Katmai Alaska, terdapat Kawah Savonoski yang dalam dengan bentuk bundar mendekati sempurna. Keberadaannya telah menentang penjelasan ilmiah sejak ditemukan.

Foto: USGS
Savonoski Crater atau Kawah Savonoski adalah lubang bundar di Alaska barat daya yang telah lama sulit dijelaskan oleh para ilmuwan karena kurangnya bukti geologis. Namun, ada penjelasan ilmiah meski kurangnya bukti daripada mengatakan bahwa lubang itu adalah sesuatu yang supernatural atau ciptaan alien.
Kawah itu berukuran sekitar 1.600 kaki atau 500 meter dan sedalam 360 kaki atau 110 meter, menurut sebuah artikel tahun 1978 yang diterbitkan di situs web University of Alaska Fairbanks. Kawah itu setengahnya terisi air dari curah hujan dan salju yang mencair.
Dari udara, Kawah Savonoski tampak seperti terbentuk oleh tumbukan meteorit. Kawah tumbukan biasanya berbentuk lingkaran dan dalam, sehingga Savonoski cocok untuk kategori tersebut tetapi para ahli geologi belum menemukan bukti adanya batu angkasa yang menghantam Bumi di lokasi ini.
Survei ekstensif pada tahun 1960-an dan 1970-an gagal menemukan bukti material meteorit atau batuan yang terguncang di dalam kawah yang dapat mengonfirmasi asal muasal terkait dampak. Para peneliti juga gagal menemukan pecahan batuan di sekitar kawah yang menunjukkan bahwa meteorit menyemprotkan material menjauh dari tempat pendaratannya.
Dari udara, Kawah Savonoski tampak seperti terbentuk oleh tumbukan meteorit. Kawah tumbukan biasanya berbentuk lingkaran dan dalam, jadi Savonoski cocok untuk kriteria tersebut. Namun para ahli geologi belum menemukan bukti adanya batu angkasa yang menghantam Bumi di lokasi ini.
Hasil para peneliti gagal menemukan bukti material meteorit atau batuan yang terguncang di dalam kawah yang dapat mengonfirmasi asal muasal terkait dampak. Mereka tidak menemukan pecahan batuan di sekitar kawah yang menunjukkan bahwa meteorit menyemprotkan material menjauh dari tempat pendaratannya.
âPara peneliti juga gagal menemukan pecahan batuan di sekitar kawah yang menunjukkan bahwa meteorit menyemprotkan material menjauh dari tempat pendaratannya,â tulis jurnalis Sacha Pare pada laman Live Science.
Dugaan lainnya adalah kawah tersebut bisa jadi merupakan maar vulkanik depresi yang terbentuk saat magma naik dari dalam kerak Bumi dan mencapai permukaan air tanah. Magma yang menyusup membuat air mendidih, dan uap yang dihasilkan menghasilkan begitu banyak tekanan di bawah tanah sehingga akhirnya memicu ledakan.
Maar vulkanik sering kali meninggalkan kawah lebar yang terisi air tanah. Misalnya, maar Ukinrek timur sedalam 330 kaki (100 m) di Alaska terbentuk selama letusan selama 10 hari pada tahun 1977 dan sejak itu sebagian terisi air, menurut Survei Geologi AS.
Namun di Kawah Savonoski, tidak ada bentuk lahan vulkanik yang diketahui di sekitar Kawah Savonoski dan tidak ada tanda-tanda sumber magma di bawah lubang tersebut, menurut survei dari tahun 1960-an dan 1970-an. Oleh karena itu, asal usul kawah tersebut masih misterius.

Foto: Istimewa
Para ilmuwan sepakat bahwa Kawah Savonoski adalah kawah tumbukan meteorit atau maar vulkanik, tetapi jawaban pasti hanya akan diperoleh dengan penelitian yang jauh lebih ekstensif, menurut survei tersebut.
Kawah tersebut telah mengalami setidaknya satu peristiwa glasiasi sejak terbentuk, yang berarti kawah tersebut ditelan oleh lapisan es ketika gletser terakhir kali menutupi Alaska barat daya antara 23.000 dan 14.700 tahun yang lalu.
Glasiasi ini menyapu bersih semua bukti nyata tentang asal usul kawah tersebut, menurut University of Alaska Fairbanks tetapi petunjuk mungkin masih tersembunyi di dalam kawah, jika para ilmuwan memutuskan untuk mengebor bagian tengahnya, para peneliti mencatat dalam survei tersebut.
Glasiasi ini menyapu bersih semua bukti nyata tentang asal usul kawah tersebut, menurut University of Alaska Fairbanks tetapi petunjuk mungkin masih tersembunyi di dalam kawah tersebut, jika para ilmuwan memutuskan untuk mengebor bagian tengahnya, para peneliti mencatat dalam survei tersebut.
Erosi Glasial?
Penjelasan lain yang mungkin adalah erosi glasial. Daerah tersebut diketahui tertutup oleh gletser sekitar 23.000 â 14.700 tahun yang lalu, dan hal tersebut bisa saja menghilangkan bukti apa pun yang dapat mengungkap misteri tersebut. Jika pernah terjadi tabrakan dengan meteorit atau letusan gunung berapi, jejaknya akan terhapus oleh pergerakan gletser yang cepat.
Untuk menemukan jawaban pasti, para peneliti perlu mengebor pusat kawah dan menganalisis sedimen yang dikumpulkan selama ribuan tahun terakhir. Namun, karena lokasi kawah yang terisolasi dan kondisi ekstrem di Alaska, penyelidikan semacam itu sulit dilakukan dan mahal.
Sampai saat itu, Kawah Savonoski masih menjadi salah satu misteri geologi terbesar di dunia sebuah tempat yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah dan terus memesona para ilmuwan di seluruh dunia. Â hay
- Kawah Savonoski
- Taman Nasional Katmai Alaska
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Tim Koran Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.