Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Kebakaran Jenggot atas Korsel, Ada Apa?

📅 Selasa, 18 Feb 2025, 14:35 WIB | Oleh:
Tiongkok Kebakaran Jenggot atas Korsel, Ada Apa? Doc: ist
Ket. deepseek

BEIJING - Perusahaan-perusahaan asal Tiongkok selalu diminta untuk menaati peraturan negara lain bila beroperasi di luar negeri. Ini antara lain terkait dengan kepuusan pemerintah Korea Selatan membatasi penggunaan "chatbot" DeepSeek.

"Izinkan saya menekankan bahwa pemerintah Tiongkok, seperti biasa, meminta perusahaan untuk mematuhi hukum dan peraturan setempat secara ketat dalam menjalankan bisnis di luar negeri," kata Juru Bicara Kemenerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Senin (17/2).

Pemerintah Korea Selatan Senin (17/2) mengatakan aplikasi kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok, DeepSeek, tidak akan dapat diunduh di Korsel hingga ada hasil peninjauan atas penanganan keamanan data pengguna.

Aplikasi DeepSeek sudah tidak tersedia sejak Sabtu (15/2) pukul 18.00 waktu setempat.

"Kami juga berharap negara-negara terkait dapat menahan diri untuk tidak memperluas konsep keamanan nasional pada isu-isu perdagangan dan teknologi serta mempolitisasinya," tambah Guo Jiakun.

DeepSeek adalah chatbot kecerdasan buatan baru dari perusahaan rintisan yang mengejutkan para investor dan orang dalam industri teknologi. Ini karena kemampuannya menyamai fungsi para pesaingnya dari Barat dengan biaya yang jauh lebih murah.

Namun, sejumlah negara telah mempertanyakan penyimpanan data pengguna DeepSeek, yang menurut perusahaan tersebut berada di server aman di Tiongkok.

Komisi Perlindungan Informasi Pribadi Seoul mengatakan untuk menyelaraskan aplikasi tersebut dengan undang-undang privasi setempat pasti akan membutuhkan waktu yang lama sehingga untuk mencegah kekhawatiran lebih lanjut menyebar, komisi merekomendasikan agar DeepSeek menghentikan sementara layanannya sambil melakukan perbaikan yang diperlukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.