Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Para Korban Pencabulan Oknum Guru Dijamin Keselamatan dan Identitasnya oleh Polres Cianjur

📅 Minggu, 16 Feb 2025, 17:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Para Korban Pencabulan Oknum Guru Dijamin Keselamatan dan Identitasnya oleh Polres Cianjur Doc: ANTARA
Ket. Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto.

CIANJUR– Kepolisian Resort Cianjur, Jawa Barat, menjamin kerahasiaan identitas dan keselamatan korban pencabulan yang dilakukan oknum guru AF di Kecamatan Sukaluyu, saat melapor karena diduga korban lebih dari tiga orang mendapat ancaman dari pelaku.

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, di Cianjur Minggu (16/2), mengatakan ditangkapnya oknum guru cabul tersebut setelah petugas melakukan pendalaman dan pengejaran terhadap pelaku yang dilaporkan secara resmi oleh tiga orang korban.

"Pelaku mengajar di salah satu SMA di Kecamatan Sukaluyu.Baru tiga orang siswi yang melapor secara resmi ke Polres Cianjur sehingga penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan pendalaman atas laporan tersebut," katanya.

Pihaknya menduga korban lebih dari tiga orang, menurut dia, sebagian besar lainnya tidak berani melapor karena takut ancaman pelaku, sehingga pihaknya menjamin keamanan dan keselamatan korban yang melapor, termasuk kerahasiaan identitasnya.

Selama menjalankan aksi bejat, pelaku kerap menyuruh korban mengambil sesuatu di ruang kerjanya dan diikuti pelaku.Saat berada di dalam ruangan, pelaku melancarkan nafsunya terhadap korban yang diancam tidak menceritakan apa yang sudah dilakukan.

"Modusnya mengambil satu barang di ruang kerja oknum tersebut.Selang beberapa saat, korban pergi diikuti langsung pelaku yang melancarkan nafsu bejatnya pada korban.Diduga korbannya lebih dari tiga orang, termasuk yang sudah alumni," katanya.

Menurut Tono, pelaku akan dijerat dengan Pasal 82 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman kurungan penjara paling lama 15 tahun dan denda lima miliar rupiah, ditambah sepertiga pidana yang dilakukan karena oknum guru.

"Kami menjamin keselamatan dan identitas setiap korban yang melapor karena dugaan korban lebih dari tiga orang tidak berani melapor karena mendapat ancaman dari oknum guru tersebut," katanya.

Dia mengatakan pelaku dijerat dengan pasal paling berat karena tidak kooperatif saat dua kali pemanggilan, bahkan sempat melarikan diri keluar kota hingga akhirnya dilakukan penangkapan pada Jumat (11/2) di tempat persembunyiannya di Kecamatan Sukaluyu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.