Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akui Korupsi RI Mengkhawatirkan, Pemerintah Siap Perangi Koruptor

📅 Sabtu, 15 Feb 2025, 01:25 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Akui Korupsi RI Mengkhawatirkan, Pemerintah Siap Perangi Koruptor Doc: istimewa
Ket. Prabowo Subianto Presiden RI - Saya menghadapi perlawanan dari birokrasi yang sudah mengakar. Beberapa dari mereka menganggap diri mereka tidak dapat disentuh.

JAKARTA- Presiden RI, Prabowo Subianto mengakui kalau tingkat korupsi di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Hal itu yang mendorong Prabowo berkomitmen membasmi praktik korupsi yang merugikan negara.

“Tingkat korupsi di negara saya sangat mengkhawatirkan,” kata Prabowo dalam pidato yang disampaikan secara daring di forum internasional World Government Summit 2025 yang digelar di Dubai, Kamis (13/2).

Kepala Negara akan mengerahkan seluruh tenaga dan wewenangnya dalam memberantas korupsi karena praktik rasuah menjadi akar kemunduran berbagai sektor. Presiden juga yakin mayoritas rakyat Indonesia mendukungnya karena mereka menderita setiap hari akibat perilaku korupsi.

Prabowo dalam kesempatan itu juga menegaskan bahwa tidak ada siapa pun yang kebal hukum di bawah Pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Saya sangat percaya diri, dan saya rasa semua orang, khususnya masyarakat Indonesia, memahami hal ini. Meskipun demikian, saya menghadapi perlawanan dari birokrasi yang sudah mengakar. Beberapa dari mereka menganggap diri mereka tidak dapat disentuh,” kata Prabowo.

Presiden pun akan tancap gas dan tidak segan memberantas korupsi. “Saya belum mulai berperang. Jadi saya pikir ini akan menjadi motto saya. Setelah 100 hari, saya belum memulai perjuangan saya. Dan saya yakin, kita akan mencapai kemajuan yang signifikan,” kata Prabowo.

Tata kelola Pemerintahan yang baik kata Presiden adalah kunci membasmi korupsi. Pada awal pemerintahannya, Prabowo mengaku telah melakukan penghematan anggaran negara sebesar 20 miliar dollar AS.

Keresahan Presiden itu sangat logis, apalagi melihat Indeks Persepsi Korupsi atau Corruption Perceptions Index (CPI) Indonesia yang naik 3 poin dari 34 pada 2023 menjadi 37 pada 2024 sehingga menempatkan ranking korupsi RI di peringkat 99.

Dari kanal YouTube Transparency International, Selasa (11/2) menyebutkan Indonesia berada di peringkat ke-99 bersama Lesotho, Morocco, Ethiopia, dan Argentina.

Deputi Transparency International Indonesia, Wawan Heru Suyatmiko mengatakan IPK atau CPI dihitung dengan skala 0-100, yaitu 0 artinya paling korupsi, sedangkan 100 berarti paling bersih. Total negara yang dihitung IPK atau CPI adalah 180 negara. Sejumlah indikator yang dinilai dalam IPK, mulai dari kemudahan berbisnis, politik, hingga hukum.

Rimawan Pradiptyo dari Departemen Ilmu Ekonomi, FEB UGM mengungkapkan bahwa kenaikan indeks belum mencerminkan kemajuan dalam pemberantasan korupsi. 

Kerja Nyata

Manajer Riset Sekretaris Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi mengatakan, korupsi tidak akan teratasi dari podium, jika tidak dibarengi dengan kerja nyata serta komitmen yang tinggi.

Presiden katanya bisa memulai dengan meminta para pembantu dan pejabatnegara untuk menyampaikan LHKPN sebagai bentuk keteladanan dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.