Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Singkirkan Pelampung Dekat Kepulauan Senkaku

📅 Kamis, 13 Feb 2025, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Singkirkan Pelampung Dekat Kepulauan Senkaku Doc: AFP/SAM YEH
Ket. Kapal nelayan Taiwan dihadang oleh kapal Penjaga Pantai Jepang saat berlayar dekat Kepulauan Senkaku yang disengketakan di Laut Tiongkok Timur (LTT) beberapa waktu lalu.

BEIJING - Tiongkok menyatakan bahwa mereka telah menyingkirkan pelampung yang dipasangnya di dekat kepulauan yang disengketakan di dalam zona ekonomi eksklusif Jepang, yang meningkatkan kemungkinan adanya perubahan sikap Tiongkok ke arah perbaikan hubungan dengan Jepang.

Kepulauan sengketa ini yang dikenal sebagai Senkaku di Jepang dan Kepulauan Diaoyu di Tiongkok, adalah sekelompok pulau tak berpenghuni di Laut Tiongkok Timur (LTT). Pulau-pulau ini terletak sekitar 170 kilometer di timur laut Taiwan dan sekitar 410 kilometer di barat Okinawa, Jepang.

Kepulauan ini dikuasai oleh Jepang tetapi juga diklaim oleh Tiongkok dan Taiwan.

Tiongkok memasang pelampung tersebut pada Juli 2023 lalu, yang memicu protes keras dari Jepang, yang mengecamnya sebagai pelanggaran kedaulatan dan menuntut pencabutannya.

Tiongkok mengatakan pelampung itu dimaksudkan untuk penelitian ilmiah (hidrometeorologi) dan kini telah rampung. "Pelampung hidrometeorologi yang dimaksud telah menyelesaikan tugasnya di lokasi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam sebuah konferensi pers, seraya menegaskan bahwa pemasangan penanda mengambang tersebut telah konsisten dengan hukum domestik dan internasional.

Penjaga Pantai Jepang juga mengkonfirmasi di situs webnya bahwa pelampung Tiongkok di timur laut Taiwan telah tidak ada lagi. Akan tetapi, pejabat Jepang menanggapi keputusan Tiongkok dengan hati-hati, dengan tidak menyatakan kelegaan maupun penghargaan.

"Kami tidak akan membuat asumsi apa pun tentang latar belakang atau keadaan tindakan tersebut," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi pada  Rabu (12/2), sambil meminta agar Beijing pun menyingkirkan pelampung lain yang ditemukan pada Desember lalu di selatan Pulau Yonaguni yang berdekatan dalam ZEE Jepang.

Upaya Normalisasi

Meskipun belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan pemindahan pelampung tersebut dengan perubahan diplomatik, namun hal ini tentu saja menimbulkan spekulasi bahwa hal ini merupakan bagian dari upaya terencana Beijing untuk menstabilkan hubungan dengan Tokyo, terutama mengingat adanya perubahan kepemimpinan AS baru-baru ini.

Hubungan Tiongkok-Jepang telah lama menjadi rumit karena pertikaian wilayah, sengketa sejarah, dan persaingan ekonomi.

Kepulauan tersebut tetap menjadi salah satu sumber ketegangan yang paling terus-menerus, dengan Beijing sering mengirim kapal penjaga pantai ke perairan sekitarnya, sementara Tokyo bersikeras atas kedaulatannya atas fitur-fitur tersebut.

Persoalan lain yang memanas termasuk sengketa dagang, larangan Tiongkok atas impor makanan laut Jepang menyusul pembuangan limbah air pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima, dan kekhawatiran atas aktivitas militer di LTT.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, beberapa tanda menunjukkan bahwa kedua negara tengah berupaya menormalisasi hubungan.

Pada Desember lalu, Menteri Luar Negeri Jepang, Takeshi Iwaya, mengunjungi Beijing, menandai langkah penting dalam hubungan diplomatik. Pembahasannya meliputi isu keamanan, kerja sama ekonomi, dan potensi pelonggaran pembatasan Tiongkok terhadap impor makanan laut Jepang. Selain itu, Tiongkok memperluas program bebas visa untuk mencakup Jepang, dengan tujuan untuk mendongkrak pariwisata dan pertukaran ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
Bandung Heritage Gelar Ajan...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Tegaskan S...
Advertisement
KBRI: Dua WNI Terluka dalam Serangan Houthi di Arab Saudi

KBRI: Dua WNI Terluka dalam Serangan Houthi di Arab Saudi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.