Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

110 Ribu Akun Berpartisipasi Pilih Desain Jersey Timnas

📅 Sabtu, 08 Feb 2025, 16:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
110 Ribu Akun Berpartisipasi Pilih Desain Jersey Timnas Doc: ANTARA
Ket. Pendiri Erspo Muhammad Sadad.

JAKARTA - CEO Erspo Muhammad Sadad mengkonfirmasi sebanyak 110 ribu akun berpartisipasi memilih desain jersey tim nasional Indonesia lewat laman kitagaruda.id.

Sebelumnya Erspo dan PSSI menggelar sayembara desain jersey timnas Indonesia yang terbuka kepada para desainer di seluruh Indonesia. Desain-desain tersebut nantinya melewati proses kurator yang ketat dan dipilih oleh para penggemar lewat sistem polling.

"Ada sekitar 200 sampai 300 ribu akun yang mendaftar untuk polling, tapi dari situ terdapat akun yang terdaftar sebanyak 110 ribu yang berpartisipasi melakukan pemilihan terhadap desain (jersey timnas Indonesia)," ujar Muhammad Sadad di Jakarta, Jumat.

Sadad merasa terkejut dengan hasil pemilihan karena mayoritas dari para penggemar menyukai jersey yang menggunakan kerah, padahal ia sebelumnya memprediksi bahwa jersey dengan kerah neck akan menjadi pilihan terbanyak para penggemar.

"Jujur yang paling banyak dipilih itu berkerah, banyak sukanya tapi kami juga mau mengambil semua pendapat publik," ujar Sadad.

Atas hasil pemilihan tersebut kemudian Sadad sempat berdiskusi dengan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) membahas mengenai penggunaan kerah pada jersei kandang dan tandang.

Ketua PSSI menyarankan penggunaan kerah cukup ditempatkan di jersei kandang Indonesia, sementara untuk jersey tandang tidak perlu menggunakan kerah.

Dari hasil tersebut diputuskan, pemakaian kerah cukup ditempatkan untuk jersei kandang dengan warna dominan merah sementara untuk jersey tandang dengan warna dominan putih menggunakan kerah neck.

Erspo dan PSSI resmi meluncurkan jersei kandang dan tandang timnas Indonesia dengan tema "Indonesia Pusaka: Semarak Kebanggaan Indonesia" secara daring pada Januari lalu.

Dijadwalkan jersey ini sudah dapat dibeli oleh para penggemar mulai 14 Februari secara daring.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

38 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.