Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UNICEF: Polusi Udara Sebabkan 100 Kematian per Hari

📅 Jumat, 07 Feb 2025, 02:40 WIB | Oleh:
UNICEF: Polusi Udara Sebabkan 100 Kematian per Hari Doc: AFP/Lillian SUWANRUMPHA
Ket. Pesawat milik maskapai Air Asia hendak mendarat di Bandara Internasional Chiang Mai saat terjadi polusi udara parah pada April 2023 lalu. Pada Kamis (6/2), UNICEF melaporkan bahwa ada lebih dari 100 kematian anak setiap hari di Asia timur dan Pasifik akib

SINGAPURA - Lebih dari 100 anak di bawah usia lima tahun meninggal setiap hari di Asia timur dan Pasifik akibat penyebab terkait polusi udara, kata UNICEF ??pada Kamis (6/1), ketika menyerukan tindakan segera guna memangkas emisi mematikan, memperketat standar kualitas udara, dan meningkatkan sistem kesehatan.

“Jumlah korban tersebut setara dengan hampir 40.000 kematian setiap tahunnya di kalangan anak-anak di bawah usia lima tahun di kedua wilayah tersebut,” lapor UNICEF.

Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa itu pun mengatakan lebih dari 500 juta anak tinggal di negara-negara Asia timur dan Pasifik yang memiliki tingkat polusi yang tidak sehat, dengan paparan udara beracun di luar dan di dalam rumah.

“Paparan tersebut dapat dimulai bahkan sebelum mereka lahir, yang mengakibatkan komplikasi kesehatan seumur hidup,” imbuh UNICEF.

Dalam laporannya yang berjudul Growing Up in the Haze, UNICEF menyebut polusi udara dalam rumah tangga sangat berbahaya. Bahan bakar yang digunakan untuk memasak dan memanaskan ruangan, seperti kayu dan kotoran kering, dikaitkan dengan lebih dari separuh kematian anak-anak di bawah usia lima tahun akibat polusi udara.

“Polusi udara merupakan ancaman yang tidak terlihat, namun setiap orang memiliki peran dalam membuat dampaknya terlihat dan mengambil tindakan,” kata Samuel Treglown, konsultan iklim regional dan lingkungan berkelanjutan UNICEF.  "Dengan tingkat polusi udara di Asia timur dan Pasifik yang mencapai tingkat yang sangat tinggi, ini adalah momen yang kritis untuk menimbulkan keprihatinan," imbuh dia. ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.