Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBSI Soroti Penyelesaian Akhir Atlet

📅 Kamis, 06 Feb 2025, 06:51 WIB | Oleh:
PBSI Soroti Penyelesaian Akhir Atlet Doc: Foto PP PBSI
Ket. Ganda putri Indonesia Siti Fadia (kanan) dan Lanny Tria Mayasari, berhasil menjuarai Thailand Masters 2025, Thailand, Minggu (2/2).

JAKARTA – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melakukan evaluasi setelah tim Indonesia hanya mampu meraih satu gelar dari empat turnamen yang diikuti pada awal tahun 2025. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah penyelesaian akhir para atlet.

Sepanjang Januari 2025, Indonesia berpartisipasi dalam empat turnamen, dengan Thailand Masters sebagai ajang penutup. Dari kejuaraan tersebut, satu-satunya gelar diraih oleh pasangan ganda putri, Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Sementara itu, tiga wakil lainnya yang berhasil mencapai final harus puas sebagai runner up.

Hasil di tiga turnamen lainnya; Indonesia Masters, Malaysia Open, dan India Open, juga belum membuahkan gelar. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas PBSI, Eng Hian, mencatat sejumlah aspek yang perlu dievaluasi untuk perbaikan ke depan.

“Dari empat turnamen sejak Malaysia Open hingga Thailand Masters, saya mencatat bahwa atlet kita perlu penguatan dalam penyelesaian akhir, kemampuan menghadapi situasi kritis, serta pematangan pola permainan,” ujar Eng Hian dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (5/2).

Evaluasi ini akan menjadi dasar dalam pengembangan program latihan ke depan, termasuk peningkatan keterampilan individu di semua sektor. Selain itu, para atlet muda akan diberikan lebih banyak kesempatan bertanding guna menambah pengalaman dan mening­katkan daya saing mereka.

Meski hasil yang diperoleh belum maksimal, PBSI tetap mengapresiasi perjuangan para atlet dalam empat turnamen tersebut. Namun, ada berbagai aspek teknis maupun non-teknis yang masih perlu diperbaiki.

Lebih lanjut, Eng Hian menjelaskan bahwa dalam roadmap kepelatihan tahun 2025, para pelatih diberi kebebasan untuk mencoba berbagai kombinasi pasangan. Namun, pada 2026, pasangan-pasangan yang telah terbentuk diharapkan lebih permanen agar bisa fokus mengejar poin dan peringkat untuk kualifikasi Olimpiade 2028. ben/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Nasional
Jelang HUT ke-81 TNI, Pangl...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.