Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Tunda Tarif untuk Kanada dan Meksiko, Bagaimana dengan Tiongkok?

📅 Selasa, 04 Feb 2025, 11:30 WIB | Oleh:
Trump Tunda Tarif untuk Kanada dan Meksiko, Bagaimana dengan Tiongkok?  Doc: CBS News
Ket. Presiden AS Donald Trump menunda pemberlakuan tarif terhadap Meksiko dan Kanada selama sebulan.

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump pada hari Senin (3/2) menunda pemberlakuan tarif terhadap Meksiko dan Kanada selama sebulan setelah mencapai kesepakatan untuk memperketat perbatasan terhadap arus migran dan obat bius fentanil.

Pasar saham global merosot karena ancaman Trump mengenakan pungutan sebesar 25 persen pada ekspor dari Kanada dan Meksiko ke Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran akan perang dagang global.

Namun setelah pembicaraan melalui panggilan telepon dengan Trump beberapa jam sebelum kebijakan tarif berlaku, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mencapai kesepakatan penundaan.

Trump mengatakan setelah pembicaraan "sangat bersahabat" dengan Sheinbaum, ia akan "segera menghentikan" tarif terhadap Meksiko, dan mitranya itu telah setuju untuk mengirim 10.000 tentara ke perbatasan AS-Meksiko.

Ketegangan tampak meningkat antara AS dan Kanada, tetapi setelah dua panggilan telepon terpisah, Trump kemudian mengatakan dia "sangat senang" dan mengumumkan penghentian tarif selama 30 hari.

"Kanada telah sepakat untuk memastikan bahwa kita memiliki Perbatasan Utara yang aman, dan untuk akhirnya mengakhiri momok mematikan obat-obatan seperti Fentanyl yang telah mengalir ke Negara kita," katanya.

Pembicaraan mengenai kesepakatan akhir akan terus dilanjutkan dengan kedua negara, tambahnya.

Trudeau mengatakan setelah "panggilan telepon yang baik" tersebut, Kanada mengerahkan hampir 10.000 perwira garis depan untuk membantu mengamankan perbatasan, memasukkan kartel narkoba ke dalam daftar teroris, menunjuk "Tsar Fentanyl", dan menindak tegas pencucian uang.

Tidak jelas seberapa jauh perubahan sebenarnya di perbatasan Kanada, mengingat bulan Desember ini saja pihak berwenang di sana mengatakan telah mengerahkan 8.500 personel.

Saham Anjlok

Tiongkok masih menjadi sasaran tarif Trump. Negara ini menghadapi aturan bea masuk tambahan sebesar 10 persen di atas pungutan yang sudah ada.

Presiden AS mengatakan pembicaraan menit terakhir antara Washington dan Beijing kemungkinan akan diadakan "dalam 24 jam ke depan" untuk menghindari tarif baru atas impor Tiongkok.

Kanada, Tiongkok, dan Meksiko adalah tiga mitra dagang terbesar Amerika Serikat, dan ancaman tarif Trump telah mengejutkan ekonomi global.

Tiga indeks utama Wall Street anjlok tajam pada transaksi awal, tetapi bangkit kembali setelah pengumuman Trump mengenai kesepakatan Meksiko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.