Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Takluk dari Slovenia 4-0, Indonesia Kembali Terdegradasi ke Grup III Piala Davis

📅 Senin, 03 Feb 2025, 14:05 WIB | Oleh:
Takluk dari Slovenia 4-0, Indonesia Kembali Terdegradasi ke Grup III Piala Davis Doc: antara foto
Ket. Tim Davis Indonesia

VELENJE – Tim tenis Indonesia kembali terdegradasi ke Grup III Piala Davis setelah kalah 0-4 dari tuan rumah Slovenia dalam babak play off Piala Davis Grup Dunia II yang berlangsung di Velenje, Slovenia.

Tim Davis Indonesia yang diperkuat oleh Muhammad Rifqi Fitriadi, Christopher Rungkat, Gunawan Trismuwantara, Lucky Candra Kurniawan, dan kapten tak bermain Febi Widhiyanto tak mampu mengadang tuan rumah yang berperingkat lebih tinggi.

"Memang harus kita persiapkan lebih bagus lagi buat next multievent Davis Cup dan SEA Games tahun ini," kata Febi mengenai evaluasi pertandingan melalui pesan singkat di Jakarta, Senin (3/2).

Pada hari pertama play off, Sabtu (1/2), Rifqi Fitriadi gagal mencuri poin dari tunggal kedua Slovenia Filip Jeff Planinsek dengan kalah 1-6, 3-6 di lapangan tanah liat.

Sementara, Gunawan yang bermain pada laga kedua hari pertama juga tidak mampu memberikan jawaban dari rentetan serangan tunggal pertama Slovenia Bor Artnak. Ia menelan kekalahan dari petenis berperingkat 400-an dunia itu dengan 2-6, 1-6.

Pada hari kedua, Minggu (2/2), ganda Chrisopher Rungkat/Rifqi Fitriadi juga belum mampu memberikan perlawanan kepada Sebastian Dominiko/Jan Kupcic. Mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah 1-6, 4-6.

Lucky Candra yang menggantikan Rifqi Fitriadi untuk menghadapi Bor Artnak di laga kedua hari kedua pun tidak mampu menghambat laju tuan rumah untuk melakukan sapu bersih kemenangan. Sementara itu, laga terakhir antara Gunawan melawan Filip Jeff Planinsek tidak dimainkan.

Menurut data Piala Davis, Slovenia berada di peringkat ke-63, menempati unggulan ke-10 setelah promosi dari Grup III Zona Eropa, sementara Indonesia berada di peringkat ke-68.

"Sebenarnya kita berharap di double tapi memang double mereka lagi on fire saja, mungkin karena termotivasi dengan hasil yang sudah 2-0, anak-anak lebih banyak tekanan, tapi ya ini hasil maksimal dari tim," ujar Febi.

Indonesia mendapat give away untuk bertanding pada babak play off Piala Davis Grup Dunia II setelah menjadi satu dari empat negara berperingkat tertinggi di Grup III Zona nonpromosi.

Dengan hasil pada babak play off Grup II 2025, Indonesia harus rela terdegradasi ke Grup III Asia/Oceania -- nasib yang sama seperti tahun lalu setelah kalah 2-3 dari tuan rumah Togo.

"Kita belum tahu, lihat hasil keseluruhan hasil negara lain," ujar Febi mengenai rival Indonesia untuk bertanding di Grup III Asia/Oceania yang tahun lalu digelar sekitar Juni.

Tahun lalu, total 10 negara bertanding pada Piala Davis Group III Asia/Oceania dengan format diundi untuk masuk dalam dua pool dengan masing-masing berisi lima tim. Round-robin dimainkan pada Senin-Jumat, dilanjutkan dengan play-off pada Sabtu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.