Bali Penuh Kriminal, tak Lagi Menarik?
Minggu, 02 Feb 2025, 14:09 WIBJAKARTA - Anggota Komisi VII DPR Siti Mukaromah atau akrab disapa Erma, minta Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mengevaluasi industri pariwisata di Bali secara menyeluruh.
Erma menyampaikan pernyataan tersebut untuk menanggapi sejumlah persoalan kepariwisataan di Bali dalam beberapa waktu terakhir, seperti aksi kriminal atau perampokan terhadap warga negara Ukraina maupun penutupan Kampung Russia.
âPascapandemi, angka kunjungan khususnya turis asing di Bali naik. Ini merupakan potensi yang harus dimaksimalkan,â kata Erma menjelaskan salah satu alasan evaluasi perlu dilakukan, seperti disampaikan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Selain itu, dia mengatakan bahwa solusi yang komprehensif dibutuhkan untuk mengatasi persoalan industri pariwisata di Bali. Terlebih Bali merupakan salah satu destinasi wisata terbaik di dunia.
âCek juga regulasi-regulasi lokal. Apakah sudah cukup untuk mencegah berbagai persoalan-persoalan yang muncul?â ujarnya.
Ia mencontohkan bahwa salah satu regulasi yang perlu ditinjau kembali adalah mengenai ketentuan investor asing atau warga negara asing (WNA) yang memiliki uang 10 miliar dapat berinvestasi.
Menurut dia, regulasi tersebut berpotensi menimbulkan persaingan tidak sehat di antara investor asing, dan mengesampingkan peran masyarakat lokal.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Menaker Beberkan Hasil Magang Nasional: 30 Persen Peserta Langsung Ditawari Kerja
-
Prosesi Maria Assumpta Nusantara
-
Dedi Mulyadi: Kecanduan Gawai Ancam Kesehatan Anak
-
Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan
-
Pemkab Tangerang Perluas Digitalisasi Transaksi hingga Desa untuk Permudah Layanan Publik
-
Pajak Bahan Bakar di New Zealand Batal Naik
-
Wisatawan Tiongkok Catat Pertumbuhan Minat Tertinggi ke Indonesia pada Semester I 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.