Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polres Sergei salurkan ratusan sembako pada warga terdampak banjir

📅 Rabu, 29 Jan 2025, 23:21 WIB | Oleh:
Polres Sergei salurkan ratusan sembako pada warga terdampak banjir Doc: ANTARA/HO-Polres Serdang Bedagai
Ket. Kepolisian Resor Serdang Bedagai (Sergei), Sumatera Utara menyalurkan ratusan paket sembako kepada korban terdampak banjir.

Medan, 29/1 - Kepolisian Resor Serdang Bedagai (Polres Sergei), Sumatera Utara menyalurkan ratusan paket sembako kepada warga terdampak banjir di Desa Bukit Cermin Hilir Kecamatan Dolok Masihul.

"Sebanyak 123 paket sembako disalurkan kepada warga yang terdampak banjir, disebabkan bendungan jebol yaitu Tanggul Penahan Sungai Sibaro," ujar Kepala Polres Sergei AKBP Jhon Sitepu di Serdang Bedagai, Rabu.

Jhon mengatakan ratusan paket sembako yang terdiri dari beras lima kilogram, mie instan, minyak dan telur terhadap warga terdampak banjir itu dapat bermanfaat dengan baik.

Lebih lanjut, ia mengatakan, bantuan ini merupakan sikap tangkas dan kepedulian Polri terhadap masyarakat terutama masyarakat yang menjadi warga terdampak banjir tersebut.

"Karena bencana alam yang dialami oleh warga menjadi prioritas utama, sebagai tugas kepolisian menjadi pengayom dan pelindung masyarakat," kata Kapolres.

Di sisi lain, personel juga membantu masyarakat yang terdampak banjir dengan cara membersihkan lumpur bekas dari banjir tersebut.

Selain itu, pihak Bukit Cermin Hilir Sumarji telah membantu dengan meminjamkan alat berat untuk mengeruk pasir dari pangkal titi. Serta, dua unit DT Colt diesel miliknya yang dipinjam ke warga yang bertujuan supaya tanggul itu lebih cepat dikerjakan.

Sebelumnya, Tanggul Sungai Sibaro di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, kembali jebol mengakibatkan sedikitnya 163 rumah di Desa Bukit Cermin dan Desa Dolok Sagala terendam, Selasa (28/1).

Kepala Desa Bukit Cermin Sumarji mengatakan ratusan rumah terendam dengan kedalaman air mencapai sekitar 1 meter dampak luapan air yang melanda desanya.

"Saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing, meski sudah ada imbauan untuk mengungsi, namun warga takut meninggalkan harta bendanya" ujar Sumarji.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.