Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Banyak Berubah, Ekonom Sebut Lima Sektor Ini Masih Jadi Tren Investasi Tahun Ini

📅 Rabu, 22 Jan 2025, 00:00 WIB | Oleh:
Tak Banyak Berubah, Ekonom Sebut Lima Sektor Ini Masih Jadi Tren Investasi Tahun Ini Doc: antara
Ket. Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro mengungkapkan sektor-sektor yang menjadi fokus tren investasi pada tahun ini tak banyak berubah dari tahun lalu.

JAKARTA – Indonesia dinilai masih menjadi tujuan investasi tahun ini. Terdapat lima sektor yang menjadi tren investasi di Indonesia tahun ini, yakni industri logam, transportasi, pergudangan, dan komunikasi; pertambangan; bahan kimia dan farmasi; serta kertas dan percetakan.

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro mengungkapkan sektor-sektor yang menjadi fokus tren investasi pada tahun ini tak banyak berubah dari tahun lalu. Pasalnya, program pembangunan ekonomi yang dijalankan pemerintahan baru relatif masih sama dengan pemerintahan sebelumnya.

“Salah satunya, sektor industri logam dasar, komoditas logam, non-mesin, dan perlengkapannya (basic metal industry, metal goods, non-machinery, and its equipment) yang masih menjadi sektor nomor satu yang menarik bagi investor karena keberlanjutan program hilirisasi pemerintah,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/1).

Sementara sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi menjadi menarik bagi investor karena memiliki prospek yang menjanjikan di Indonesia. “Jadi kalau dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini, salah satu yang memang tumbuhnya cukup tinggi itu di transportasi, pergudangan, dan komunikasi,” ujar Andry.

Sedangkan sektor bahan kimia dan farmasi berpotensi menjadi tren dalam investasi karena permintaannya yang cukup tinggi, sehingga dapat menarik masuknya investasi.

Terkait proyeksi tren investasi pada penyelenggaraan Mandiri Investment Forum (MIF) 2025 yang dijadwalkan berlangsung 10-14 Februari mendatang, dia mengatakan sektor energi dan perumahan berpotensi mendapatkan perhatian lebih dari investor yang hadir. “Nah energi dan housing (perumahan) ini terkait juga dengan program pemerintah ya, saat ini dengan program tiga juta rumah dan keberlanjutan transisi energi,” kata.

Lapangan Kerja

Pada kesempatan lain, Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengatakan industri hilirisasi di Indonesia membantu pemerintah menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia, khususnya di hadapan bonus demografi.

“Tantangan terbesar kami adalah menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Dengan hilirisasi, nilai tambah, dan industrialisasi ini, kami ingin menciptakan lapangan kerja berkualitas untuk Indonesia,” ujar Rosan dalam sebuah sesi di paviliun Indonesia pada World Economic Forum (WEF) 2025, Davos, Swiss, Selasa (21/1).

Berdasarkan pantauan dari kanal resmi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ BKPM, Jakarta, Rosan menyampaikan tingginya jumlah penduduk Indonesia menjadi salah satu tantangan bagi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja. Terdapat dua sisi bonus demografi Indonesia. Bonus demografi menandakan tingginya potensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang bisa berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Akan tetapi, bila pemerintah gagal mengelola kualitas dari sumber daya manusia, maka bonus demografi tersebut tidak akan bisa menunjang perjalanan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Oleh karena itu, industrialisasi diperlukan oleh Indonesia untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja, terutama lapangan kerja yang berkualitas,” kata Rosan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.