Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Filipina: Asean-Tiongkok Harus Mulai Tangani Kode Etik LTS

📅 Senin, 20 Jan 2025, 02:59 WIB | Oleh:
Filipina: Asean-Tiongkok Harus Mulai Tangani Kode Etik LTS Doc: AFP/Azneal Ishak
Ket. Sejumlah menlu dari Asean berfoto bersama jelang dilaksanakannya retret di Pulau Langkawi, Malaysia, pada Minggu (19/1). Pada retret ini, Menlu Filipina, Enrique Manalo, mengatakan pembahasan mengenai kode etik LTS antara Asean dan Tiongkok sudah waktunya

LANGKAWI – Blok regional Asean dan Tiongkok harus membuat kemajuan dalam kode etik yang berlarut-larut untuk Laut Tiongkok Selatan (LTS) dengan menangani masalah penting yang pelik, termasuk ruang lingkupnya dan apakah dapat mengikat secara hukum, kata diplomat utama Filipina pada Sabtu (18/1).

LTS tetap menjadi sumber ketegangan antara Tiongkok dan negara-negara tetangga seperti Filipina, Vietnam dan Malaysia, dengan hubungan antara Beijing dan sekutu Amerika Serikat (AS), Manila, pada titik terburuknya dalam beberapa tahun terakhir di tengah seringnya konfrontasi yang memicu kekhawatiran bahwa hubungan tersebut dapat berubah menjadi konflik.

Asean dan Tiongkok pada tahun 2002 berjanji untuk membuat kode etik, tetapi butuh waktu 15 tahun untuk memulai pembahasan, dan kemajuannya pun lambat.

Dalam sesi wawancara menjelang pertemuan tanggal 19 Januari dengan mitranya dari Asean di Pulau Langkawi, Malaysia, Menteri Luar Negeri Filipina, Enrique Manalo, mengatakan pembahasan mengenai kode etik tersebut sedang berlangsung, tetapi sudah waktunya untuk mulai menyelesaikan aspek yang lebih penting dan lebih rumit.

"Sudah saatnya kita mencoba melihat isu-isu yang menurut pandangan kami penting, yang belum benar-benar dibahas atau dinegosiasikan secara menyeluruh. Ini adalah apa yang disebut isu-isu penting," kata Menlu Manalo.

Isu-isu itu akan mencakup ruang lingkup kode tersebut, apakah mengikat secara hukum, dan dampaknya terhadap negara pihak ketiga, kata Menlu Filipina itu, seraya menambahkan bahwa tujuannya adalah untuk membuatnya efektif dan substantif.

“Kita harus mulai menangani masalah-masalah penting ini, karena ini mungkin cara terbaik untuk setidaknya memajukan negosiasi,” imbuh Manalo.

Menlu Manalo juga mengatakan bahwa saat presiden terpilih AS, Donald Trump, bersiap untuk menjabat, tidak ada tanda-tanda AS akan menilai kembali keterlibatannya di Asia tenggara.

"Kami belum mendengar atau melihat indikasi pengurangan atau perubahan tertentu. Kita harus menunggu sampai pemerintahan Trump benar-benar mengambil alih. Namun dari apa yang telah kita lihat sejauh ini, kepentingan AS masih ada," ucap Manalo.

Latihan Gabungan

Saat para menlu Asean bertemu di Langkawi, Filipina dan AS pada MInggu (19/1) dilaporkan telah melaksanakan latihan maritim gabungan untuk kelima kalinya di LTS.

Militer Filipina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya mengadakan aktivitas kerja sama maritim dengan AS pada Jumat (17/1) dan Sabtu lalu. Latihan gabungan bilateral ini merupakan yang pertama untuk tahun ini dan kelima secara keseluruhan sejak meluncurkan aktivitas bersama pada 2023.

Keterlibatan keamanan antara kedua sekutu ini telah meningkat di bawah Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, yang telah beralih lebih dekat ke Washington DC, yang memungkinkan perluasan pangkalan militer yang dapat diakses pasukan Amerika, termasuk fasilitas yang menghadap Taiwan.

Aktivitas maritim gabungan tersebut melibatkan kelompok armada tempur kapal induk AS, Carl Vinson, dua kapal perusak berpeluru kendali, dua helikopter, dan dua pesawat F-18 Hornet.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.