Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Bali, Provinsi dengan Angka Kemiskinan Terendah di Indonesia

28 Senin, 20 Jan 2025, 10:09 WIB | Oleh:
Bali, Provinsi dengan Angka Kemiskinan Terendah di Indonesia Bali, Provinsi dengan Angka Kemiskinan Terendah di Indonesia Doc: ANTARA
Ket. Plt Kepala BPS Bali Kadek Agus diwawancara soal peningkatan ekspor ke Vietnam November 2024 di Denpasar, Kamis (2/1/2025).

DENPASAR - Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Kadek Agus Wirawan mengatakan, Bali berhasil mencatatkan diri sebagai provinsi dengan angka kemiskinan terendah di Indonesia.

Di Denpasar, Minggu (19/1), Kadek Agus menyampaikan bahwa hanya 3,8 persen penduduk Bali yang tercatat masuk angka kemiskinan dan angka ini paling rendah secara nasional pada September 2024, meski masih menyisakan angka kemiskinan ekstrem.

“Pernah jadi miskin terendah juga pada September 2019 pada angka 3,61 persen, tapi kemiskinan ekstrem masih ada terakhir kondisi Maret 2024 sebesar 0,23 persen,” kata Kadek Agus.

Meski demikian BPS Bali melihat tren positif dimana predikat provinsi dengan kemiskinan terendah ini diraih Bali berturut-turut sejak 2023, sementara selama COVID-19 ekonomi penduduk Bali terpuruk.

“September 2024 angka kemiskinan nasional tercatat 8,57 persen, dibanding 38 provinsi, persentase penduduk miskin di Bali terendah menduduki paling kecil sedangkan yang tertinggi Papua Pegununungan 29,66 persen,” ujar Kadek Agus.

Sebelumnya pada penghitungan Maret 2024 angka kemiskinan Bali 4 persen, dan pada Maret 2023 4,25 persen, sehingga selain konsisten terendah juga mengalami penurunan jumlah masyarakat miskin.

“September 2024 kemiskinan turun 0,20 persen dibandingkan kondisi Maret 2024, jumlah penduduk miskin di Bali 176,21 ribu orang, jadi turun 8,22 ribu dibanding Maret 2024 yang sebesar 184,43 ribu orang,” ujarnya.

BPS Bali mencatat untuk garis kemiskinannya, pada September 2024 garis kemiskinan Bali sebesar Rp580.306 per kapita per bulan, dimana komoditas makanan paling berpengaruh adalah beras, daging ayam, rokok, telur ayam, dan kue basah.

Untuk komoditas non-makanan paling berpengaruh adalah perumahan, bensin, upacara agama, listrik, dan pendidikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Cakra Outbound Angkatan Dar...
Nasional
PLTA Siguragura di Kabupate...
Megapolitan
Antrean penumpang Transjaka...
Megapolitan
Lippo Village Tangerang Dig...
Nasional
Kemnaker Verifikasi Mitra M...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Lippo Village Tangerang Digeruduk Warga Menuntut Transparansi

Lippo Village Tangerang Digeruduk Warga Menuntut Transparansi

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.