Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Asal Pakai, Waspadai Efek Kandungan Bahan Kimia pada Tali Jam Tangan Pintar

📅 Minggu, 19 Jan 2025, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Asal Pakai, Waspadai Efek Kandungan Bahan Kimia pada Tali Jam Tangan Pintar Doc: Pexels

JAKARTA - Para peneliti memperingatkan kemungkinan adanya ancaman tersembunyi dari bahan-bahan kimia yang terkandung pada tali jam tangan pintar maupun produk pelacak kebugaran.

Menurut siaran Medical Daily pada Kamis (16/1), tim peneliti di Universitas Notre Dame di Amerika Serikat dalam studi baru mengevaluasi 22 merek produk pelacak yang dapat dikenakan dan mendapati sembilan di antaranya mengandung asam perfluoroheksanoat (PFHxA) dengan konsentrasi sangat tinggi.

Asam perfluoroheksanoat adalah sejenis zat perfluoroalkil dan polifluoroalkil (PFAS), bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan produk tahan air, panas, dan noda.

Bahan kimia itu dikaitkan dengan gangguan kesehatan seperti masalah kesuburan, hipertensi akibat kehamilan, preeklamsia, peningkatan kadar kolesterol, penurunan respons imun, dan peningkatan risiko penyakit serius seperti kanker testis dan ginjal.

Pada anak-anak, bahan kimia tersebut dapat berpengaruh pada hormon dan perkembangan serta berisiko menyebabkan kerusakan hati, penyakit tiroid, dan asma.

Tim peneliti menguji sampel menggunakan analisis sinar ion emisi sinar gamma yang diinduksi partikel dan spektrometri massa tandem kromatografi cair untuk menentukan total kandungan fluor pada produk, karena kadar fluor yang tinggi secara alami menunjukkan adanya PFAS.

Para peneliti juga mengidentifikasi jenis-jenis PFAS yang terkandung dalam produk jam tangan pintar dan alat pelacak kebugaran.

"Lima belas dari 22 tali produk yang kami uji memiliki persentase konsentrasi fluor total tinggi, dan sembilan mengandung PFHxA. Yang lainnya menggunakan beberapa surfaktan lain yang tidak teridentifikasi yang tidak termasuk dalam target analisis," kata Alyssa Wicks, penulis utama hasil penelitian.

"Hal paling luar biasa yang kami temukan dalam penelitian ini adalah konsentrasi yang sangat tinggi dari satu PFAS saja, beberapa sampel konsentrasinya di atas 1.000 bagian per miliar PFHxA, jauh lebih tinggi daripada sebagian besar PFAS yang pernah kami lihat dalam produk konsumen," kata Graham Peaslee, penulis hasil penelitian yang lain.

Saat ini, perangkat teknologi yang dapat dikenakan seperti jam tangan pintar dan alat pelacak kebugaran banyak digunakan orang. Menurut hasil studi, orang bisa memakai perangkat semacam ini selama rata-rata 11 jam sehari. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Megapolitan
Polda Metro Selidiki Dugaan...

Cegah Stunting, Dinkes Baubau Manfaatkan Aplikasi REMILA

29 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Cegah Stunting, Dinkes Baub...
Nasional
Kapolda Metro Jaya Minta Po...
Nasional
Wamentan Muhammad Saleh Mus...
Advertisement
Apakah Termasuk Pemain Tambahan yang Akan Direktrut untuk Piala Asia 2027? Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI

Apakah Termasuk Pemain Tambahan yang Akan Direktrut untuk Piala Asia 2027? Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.