Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Paparkan Hasil Kajian Penyebab Tanah Bergerak di Manggarai Timur

📅 Jumat, 17 Jan 2025, 22:57 WIB | Oleh:
BPBD Paparkan Hasil Kajian Penyebab Tanah Bergerak di Manggarai Timur Doc: Antara

Labuan Bajo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur memaparkan hasil kajian penyebab tanah bergerak di Dusun Nenu, Desa Paan Leleng, Kecamatan Kota Komba Utara yang mengakibatkan potensi kerusakan delapan rumah warga.

1737128909_3e038db0920fbcf78533.jpg

"Hasil kajian terkait kondisi geologi dan potensi gerakan tanah di Dusun Nenu telah disampaikan oleh Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Geologi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui BPBD," kata Kepala BPBD Manggarai Timur Petrus Subin dihubungi dari Labuan Bajo, Jumat.

Ia menambahkan pada 10 Januari 2025 tim Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Geologi (BGP MBG) melakukan peninjauan di Dusun Nenu untuk melakukan kajian terkait dengan faktor-faktor pemicu tanah bergerak serta memetakan daerah zona kerentanan tanah di wilayah itu.

Dalam peninjauan itu, tim yang terdiri atas ahli geologi dan mitigasi bencana memanfaatkan berbagai peralatan canggih untuk melakukan pemantauan kondisi tanah dan struktur geologi.

Salah satu fokus utama kajian itu mengidentifikasi potensi bahaya tanah bergerak yang dapat mengancam keselamatan masyarakat di daerah tersebut, terutama pada musim hujan, yang dapat meningkatkan risiko longsor.

Tim juga melakukan observasi terhadap beberapa titik rawan longsor dan memberikan edukasi kepada masyarakat setempat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis yang disampaikan pada 15 Januari 2025,  tanah bergerak itu masih memiliki kemungkinan terus terjadi dan rumah-rumah yang berada di area tanah bergerak masih berpotensi deformasi atau terdorong, yang dapat menimbulkan kerusakan ringan hingga berat.

Ia menambahkan hasil kajian juga menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor utama yang mengontrol dan memicu tanah bergerak, seperti curah hujan sangat tinggi dapat mempercepat tanah bergerak, mengingat kondisinya yang sudah terendam air.

Selain itu, struktur geologi yang terdiri atas bantuan vulkanik tua yang terdegradasi dan kemiringan batuan lapisan yang searah lereng meningkatkan kerentanan terhadap longsoran

"Kelerengan yang cukup terjal, ketinggian lereng yang sedang hingga terjal berisiko meningkatkan potensi longsor, terutama ketika tanah terjenuh air," katanya.

Faktor lainnya, kedalaman muka air tanah yang dangkal menyebabkan kondisi tanah mudah tergerus dan longsor serta sistem drainase yang tidak memadai memperburuk kondisi tanah yang sudah terpapar hujan deras, meningkatkan kemungkinan tanah bergerak.

"Perubahan tata guna lahan, alih fungsi lahan menjadi areal perkebunan, seperti persawahan dan perkebunan jagung, mengubah kestabilan tanah dan memperburuk kerentanannya terhadap longsoran," katanya.

Tim Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Geologi juga mencatat potensi tanah bergerak bisa meluas apabila terjadi curah hujan yang lebih tinggi atau adanya gempa bumi yang dapat memicu pergeseran tanah lebih lanjut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.