Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar Nutrisi Sebut Konsumsi Makanan Seimbang Kunci Lawan Obesitas

📅 Kamis, 16 Jan 2025, 17:12 WIB | Oleh:
Pakar Nutrisi Sebut Konsumsi Makanan Seimbang Kunci Lawan Obesitas Doc: (ANTARA/Pexels/Jane Doan)
Ket. Ilustrasi makanan sehat.

JAKARTA - Pakar nutrisi Susan Bowerman yang merupakan direktur pendidikan nutrisi global Herbalife menyebut konsumsi makanan seimbang bisa menjadi kunci penting untuk melawan obesitas.

Kasus obesitas di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam dua dekade terakhir. Pergeseran pola makan masyarakat dari makanan tradisional ke produk olahan yang tinggi lemak dan gula menjadi salah satu penyebab utama.

Masalah ini tidak hanya terjadi di kalangan rumah tangga kaya, tetapi juga meluas ke masyarakat berpenghasilan rendah.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-olahan, seperti mi instan dan minuman manis, berkontribusi pada peningkatan kadar protein C-reaktif, penanda risiko kardiovaskular. Selain itu, konsumsi soda secara khusus sangat terkait dengan obesitas pada pria dewasa.

Susan dalam keterangannya pada Kamis mengatakan bahwa pola makan seimbang dengan filosofi "40-30-30" dapat menjadi solusi.

"Filosofi ini menekankan komposisi ideal, yaitu 40 persen karbohidrat, 30 persen protein, dan 30 persen lemak sehat," kata dia.

Menurutnya, menemukan keseimbangan nutrisi dan mengembangkan kebiasaan sehat adalah langkah penting untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Pola makan seimbang mencakup tujuh elemen penting mulai dari protein hingga serat. Protein diperlukan untuk membangun dan memelihara jaringan tubuh, sementara karbohidrat menjadi sumber energi utama.

Lemak sehat juga penting untuk fungsi tubuh yang optimal. Selain itu, vitamin dan mineral mendukung reaksi kimia dalam tubuh, sementara fitonutrien dari tumbuhan memberikan manfaat perlindungan terhadap penyakit dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Serat memiliki peran penting dalam mendukung pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sedangkan air diperlukan untuk menjaga hidrasi dan fungsi tubuh secara keseluruhan. Konsumsi yang dianjurkan adalah sekitar delapan gelas air setiap hari, diiringi pola makan yang mencakup buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

Susan Bowerman juga menekankan pentingnya mengatur asupan kalori dan aktivitas fisik. Dengan menghitung kalori, mengontrol porsi, dan melacak aktivitas sehari-hari, masyarakat dapat menurunkan, menambah, atau mempertahankan berat badan sesuai kebutuhan. Herbalife, sebagai perusahaan kesehatan global, berkomitmen untuk membantu masyarakat Indonesia mengadopsi gaya hidup sehat melalui produk berkualitas tinggi dan dukungan komunitas. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.