Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Ancaman Harimau, Pemkab Mukomuko Gelar Rapat Cari Solusi

📅 Jumat, 10 Jan 2025, 17:43 WIB | Oleh:
Atasi Ancaman Harimau, Pemkab Mukomuko Gelar Rapat Cari Solusi Doc: ANTARA/Ferri
Ket. Pihak BKSDA bersama warga Kabupaten Mukomuko memasang perangkap harimau di Desa Mekar Jaya, Jumat (10/1).

MUKOMUKO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu, akan menggelar rapat dengan forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) untuk mencari solusi  mengatasi ancaman harimau yang telah memangsa seorang warga dan satu ekor sapi di Kecamatan Teras Terunjam.

"Kami akan rapat dengan FKPD Mukomuko yang terdiri atas TNI, Polri, BKSDA, Basarnas, dan BPBD pada hari Senin (13/1)," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mukomuko Abdiyanto saat dihubungi dari Mukomuko, Jumat.

Sebelumnya, seorang warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, bernama Ibnu Oktavianto (22) ditemukan meninggal dunia di kebun kelapa sawit milik milik Ari Cahyono pada Selasa malam (7/1) sekitar pukul 23.30 WIB.

Kemudian, satu ekor sapi milik Deden Nurjamil, warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Teras Terunjam yang berbatasan dengan Desa Tunggal Jaya ditemukan mati akibat dimangsa harimau.

Terkait permasalahan harimau yang menjadi ancaman di daerah ini, menurut Sekda, pemerintah daerah sudah menghimpun apa yang menjadi kerisauan warga.

Menurutnya, permasalahan ini sudah didiskusikan dengan kawan-kawan dari berbagai instansi terkait, dan nampaknya pemerintah daerah perlu mengambil langkah-langkah seperti ronda malam agar ada ketenangan warga dari ancaman harimau.

Namun menurut Abdiyanto, pihaknya belum melangkah ke sana, karena pemerintah daerah butuh koordinasi dengan berbagai pihak terkait dari TNI dan polisi.

"Kita ajak mereka bersama-sama membuat posko dan mengajak warga sekitar menerapkan posko pengamanan lingkungan," ujarnya.

Menurut dia, sebagian solusinya arahnya ke situ selain membentuk tim penanganan binatang buas dan pengaktifan posko keamanan lingkungan di wilayah yang menjadi ancaman harimau.

Dia mengatakan, posko keamanan itu akan beroperasi sampai ancaman harimau hilang dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa.

Untuk itu, katanya, pihaknya perlu memikirkan biaya operasional posko pengamanan yang akan diisi satuan kerja di lingkungan pemerintah daerah yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.