Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hebat, Institut Teknologi Sumatera Mampu Ciptakan Alat Pendeteksi Kecemasan

📅 Kamis, 09 Jan 2025, 14:35 WIB | Oleh:
Hebat, Institut Teknologi Sumatera Mampu Ciptakan Alat Pendeteksi Kecemasan Doc: antara foto
Ket. Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro

JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mendukung upaya pengembangan inovasi alat pendeteksi kecemasan yang dikembangkan oleh Institut Teknologi Sumatera (Itera).

"Prototipe ini saya rasa akan sangat bagus dikembangkan dan dihilirkan sebagai suatu produk yang memiliki nilai tambah dan menjawab persoalan di masyarakat, menggerakkan ekonomi masyarakat, bahkan menjadi substitusi produk impor," kata Mendiktisaintek Satryo melalui keterangan di Jakarta, Kamis (9/1).

Mendiktisaintek menekankan riset dan inovasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi harus mampu menjawab permasalahan masyarakat, dimana produk-produk riset jangan hanya berhenti sebatas prototipe, namun harus bisa dihilirkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Ia juga menilai langkah yang dilakukan Itera merupakan upaya cemerlang dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

"Saya rasa ini akan sangat bagus untuk ekonomi kreatif kita dengan mengurangi bahan baku impor. Sekarang kita berkreasi, tapi masih ada yang menggunakan bahan baku impor. Kalau bisa, kitalah yang mengekspor bahan baku itu nantinya," ujar Mendiktisaintek Satryo.

Sementara Rektor Itera I Nyoman Pugeg Aryantha memaparkan alat deteksi yang dikembangkan berbasis data besar (big data) ini diklaim mampu mendeteksi gangguan kecemasan yang dialami seseorang. Alat ini diharapkan dapat digunakan sebagai deteksi dini gangguan kecemasan.

"Melalui inovasi ini Itera dapat mencegah, menangani, dan memfasilitasi para mahasiswa yang mengalami gangguan-gangguan kecemasan, bersama para psikolog. Alat ini di kembangkan berbasiskan big data. Dalam aplikasinya, produk inovasi Itera ini menggunakan tiga parameter pendeteksi kecemasan," kata Nyoman Pugeg.

Nyoman Pugeg menjelaskan alat tersebut bekerja dengan mendeteksi sejumlah parameter yang digunakan, antara lain kualitas air pada kulit atau konduktansi kulit, detak jantung, dan temperatur.

Ia melanjutkan parameter ini membaca ekspresi tubuh melalui senyawa kimia yang terkandung di dalam keringat, yang kemudian terbaca dan dianalisis oleh sensor. Hasil analisis gabungan tiga parameter tersebut yang kemudian menjadi acuan mendeteksi kecemasan pada manusia.

Pada tahap selanjutnya, ungkap Nyoman Pugeg, alat tersebut akan dilengkapi dengan parameter berbasis ekspresi wajah, sehingga dapat membaca bagaimana perubahan profil wajah yang terjadi ketika direkam dalam waktu satu menit.

"Banyak produk inovasi yang sudah dipatenkan. Harapannya produk-produk ini dapat dihilirkan dan menjadi penopang ekonomi kreatif," tutur Nyoman Pugeg.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Ekonomi
Penerapan Kenaikan Tarif An...

Seniman Prancis Gelar Pelatihan Teater Boneka

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Seniman Prancis Gelar Pelat...
Ekonomi
Populasi Kendaraan Listrik ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.