Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korut Luncurkan Rudal Saat Blinken Berkunjung ke Korsel

📅 Senin, 06 Jan 2025, 12:30 WIB | Oleh:
Korut Luncurkan Rudal Saat Blinken Berkunjung ke Korsel Doc: AP
Ket. Foto yang disebarkan oleh pemerintah Korea Utara ini menunjukkan uji coba rudal balistik antarbenua Hwasong-17 pada bulan Maret.

SEOUL - Korea Utara pada hari Senin (6/1) menembakkan rudal tepat saat Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berkunjung ke Korea Selatan untuk mencari arah yang stabil dalam kebijakan luar negeri di tengah kekacauan politik yang melanda sekutu AS itu.

Blinken berkunjung tepat saat para penyelidik berusaha menangkap Presiden konservatif Yoon Suk Yeol, yang telah mengurung diri di kediamannya setelah dimakzulkan karena gagal menerapkan darurat militer. 

Korea Utara pada hari Senin menembakkan rudal balistik ke laut tepat saat Blinken mengadakan pertemuan di Seoul, menurut militer Korea Selatan.

"Militer kami mendeteksi satu proyektil yang diduga rudal balistik jarak menengah" yang diluncurkan ke Laut Timur, kata militer Korea Selatan, merujuk pada perairan yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.

Setelah rudal tersebut terbang sekitar 1.100 kilometer (680 mil), militer Korsel mengatakan Seoul "memperkuat pengawasan dan kewaspadaan" terhadap peluncuran selanjutnya.

Menurut Jepang, rudal itu tampaknya jatuh ke air.

Militer Korea Selatan menambahkan, Seoul "berkoordinasi erat dengan AS dan Jepang" mengenai peluncuran tersebut.

Uji coba tersebut dilakukan dua minggu sebelum pelantikan Presiden AS terpilih Donald Trump, yang dalam masa jabatan terakhirnya berupaya merayu Korea Utara dengan diplomasi pribadi yang unik.

Perubahan di Bawah Trump

Oposisi progresif Korea Selatan secara historis telah mengambil garis yang lebih keras terhadap Jepang.

Pemimpin oposisi Lee Jae-myung, yang juga menghadapi diskualifikasi pemilu dalam kasus pengadilan, juga lebih mendukung penjangkauan diplomatik dengan Korea Utara daripada Yoon yang agresif.

Kekacauan dan kurangnya pemimpin yang jelas di ekonomi terbesar keempat di Asia ini terjadi tepat ketika AS sedang berada di tengah-tengah transisi politiknya sendiri.

Sementara Biden berfokus pada pembinaan aliansi AS, Trump, yang akan mulai menjabat pada 20 Januari, telah meremehkan apa yang ia lihat sebagai komitmen tidak adil dari Washington.

Trump mengatakan jika dia berkuasa, dia akan memaksa Korea Selatan membayar $10 miliar setahun untuk kehadiran pasukan AS, hampir 10 kali lipat dari yang disumbangkannya sekarang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.