Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Reboisasi, Mahasiswa Lebak Tanam 1.000 Pohon

📅 Minggu, 05 Jan 2025, 19:05 WIB | Oleh:
Reboisasi, Mahasiswa Lebak Tanam 1.000 Pohon Doc: ANTARA/HO.Dokpri
Ket. Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Kabupaten Lebak, Banten, melakukan reboisasi penghijauan dengan menanam 1.000 pohon di lokasi rawan bencana alam di Kampung Lebak Manggah, Desa Cidikit, Kecamatan Bayah.

LEBAK - Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Kabupaten Lebak, Banten, melakukan reboisasi penghijauan dengan menanam sebanyak 1.000 pohon di lokasi rawan bencana alam di Kampung Lebak Manggah, Desa Cidikit, Kecamatan Bayah.

"Kami berharap reboisasi penghijauan itu dapat mencegah bencana longsoran tanah," kata Ketua Kumala Pengurus Wilayah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Idham Munfarrij Hakim di Lebak, Ahad.

Gerakan reboisasi penghijauan itu untuk menyelamatkan daerah rawan bencana alam.

Di mana saat ini tingkat kerusakan alam di daerah itu cukup memprihatinkan, karena banyak aksi kegiatan pertambangan.

Oleh karena itu, mahasiswa merasa terpanggil untuk pengabdian masyarakat agar kawasan lokasi rawan bencana alam dapat membangkitkan kehidupan dengan reboisasi gerakan penghijauan.

Gerakan reboisasi penghijauan dengan menanam tanaman keras, seperti mahoni, albasia, bambu dan tanaman buah-buahan.

Kegiatan reboisasi penghijauan itu didukung berbagai instansi antara lain Disbudpar Lebak, Perum Perhutani Provinsi Banten, Perhutani Bayah dan Kepala Desa Cidikit setempat.

"Kami melakukan gerakan penghijauan di kawasan hutan gundul agar kembali hijau dan bisa mencegah longsor," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Penjabat Bupati Lebak Gunawan Rusminto mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi gerakan reboisasi penghijauan yang dilakukan mahasiswa untuk pelestarian lingkungan dengan menanam 1.000 pohon.

"Kita berharap semua elemen dapat melakukan penghijauan untuk mengantisipasi bencana longsor," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

49 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.