Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

India Pantau Rencana Tiongkok Bangun Bendungan Raksasa di Tibet

📅 Sabtu, 04 Jan 2025, 09:50 WIB | Oleh:
India Pantau Rencana Tiongkok Bangun Bendungan Raksasa di Tibet Doc: CNA/Zhao Lang/CNS via REUTERS
Ket. Pekerja bekerja pada pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Lhasa dan Nyingchi, di Tibet, 26 November 2018.

NEW DELHI - India mengatakan telah menyampaikan kekhawatiran kepada Tiongkok tentang rencana pembangunan bendungan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) raksasa di hulu Tibet.

India mengatakan pihaknya akan "memantau dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi kepentingan kami".

Jika dibangun, bendungan itu akan mengerdilkan Bendungan Tiga Ngarai yang memecahkan rekor di Sungai Yangtze di Tiongkok Tengah, dengan potensi dampak serius bagi jutaan orang di hilir di India dan Bangladesh.

Sebuah laporan Xinhua yang dikutip AFP mengumumkan proyek di sungai yang dikenal sebagai Yarlung Tsangpo di Tibet dan Brahmaputra di India, yang mengkaitkannya dengan target netralitas karbon dan tujuan ekonomi Beijing di wilayah Tibet.

Tiongkok " didesak untuk memastikan bahwa kepentingan negara-negara hilir Brahmaputra tidak dirugikan oleh aktivitas di wilayah hulu", kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal pada Jumat (3/1).

Jaiswal mengatakan kepada wartawan bahwa New Delhi "akan terus memantau dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi kepentingan kami".

India telah menetapkan hak atas perairan sungai dan "secara konsisten menyatakan ... pandangan dan kekhawatiran kami ... atas proyek-proyek besar di sungai-sungai di wilayah mereka (Tiongkok)," tambahnya.

"Hal ini telah ditegaskan kembali bersamaan dengan perlunya transparansi dan konsultasi dengan negara-negara hilir menyusul laporan terbaru."

Kementerian Luar Negeri Tiongkok bulan lalu mengatakan Beijing "selalu menjaga sikap bertanggung jawab terhadap pengembangan sungai lintas perbatasan", dan mengatakan proyek PLTA "bertujuan untuk mempercepat pengembangan energi bersih dan mengatasi perubahan iklim".

"Tidak akan memiliki dampak negatif di hilir", katanya. Mereka "juga akan menjaga komunikasi dengan negara-negara pesisir".

Selain masalah hilir, di masa lalu para pencinta lingkungan juga telah memperingatkan tentang dampak yang tidak dapat diubah dari proyek-proyek besar seperti itu di dataran tinggi Tibet yang sensitif secara ekologis.

Baik India maupun Tiongkok, negara tetangga dan kekuatan Asia yang bersaing, berbagi ribuan kilometer perbatasan yang disengketakan, tempat puluhan ribu tentara ditempatkan di kedua sisi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.