Bioskop Keliling Hadirkan Pengalaman Pertama Saksikan Layar Lebar bagi Warga Tunisia
📅 Sabtu, 04 Jan 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/FETHI BELAID
Seperti kebanyakan warga Tunisia lainnya, Amine Elhani, 23 tahun, belum pernah datang ke bioskop, tetapi sekarang berkat adanya bioskop keliling yang mengitari seluruh pelosok negara, ia akhirnya dapat menikmati layar lebar.
Truk merah terang bertuliskan CinemaTdour atau bioskop bergerak, telah mengubah tempat parkir dan lahan pabrik di kota-kota dan lingkungan yang kurang terlayani di seluruh negara Afrika utara itu menjadi sebuah bioskop dadakan.
Di kota pusat Djemmal, puluhan pekerja menurunkan truk yang dapat diperluas ruangnya hingga dengan mudah mendirikan bioskop luar ruangan yang lengkap dengan 100 kursi.
"Layarnya besar, dan efek suaranya luar biasa," kata Elhani, yang selama ini hanya menonton film di ponsel atau komputernya. “Sebelumnya saya tidak pernah punya kesempatan untuk pergi ke bioskop. Ini pengalaman yang luar biasa, terutama karena saya bisa menonton bersama teman-teman," tutur dia kepada AFP.
Bioskop jarang ditemukan di Tunisia, jumlahnya hanya 15 dan sebagian besar terpusat di pusat kota besar. Menyadari kesenjangan ini, CinemaTdour diluncurkan pada bulan Mei oleh jaringan budaya swasta Agora dan lembaga nirlaba Focus Gabes, dengan pendanaan dari donatur swasta.
"Kami menginginkan cara untuk menjangkau sebanyak mungkin pemirsa dalam waktu singkat dan anggaran terbatas, sekaligus menawarkan pengalaman sinematik yang otentik," kata direktur proyek bernama Ghofrane Heraghi kepada AFP.
Bioskop keliling sudah lama ada di negara lain, tetapi Heraghi mengatakan CinemaTdour amat unik karena mengubah truk menjadi sebuah bioskop lengkap.
Tanpa pendanaan pemerintah, CinemaTdour sangat bergantung pada kemitraan dengan perusahaan swasta untuk menutupi biaya seperti membayar hak royalti film, pemeliharaan, dan staf. Truk itu sendiri dibeli secara kredit sekitar satu juta dinar Tunisia (315.000 dollar AS), kata Heraghi, dengan biaya operasional tahunan sekitar 500.000 dinar.
Selama 10 hari di Djemmal, penduduk dapat menonton film gratis berkat kemitraan dengan produsen suku cadang mobil Jerman Draxlmaier, yang memiliki pabrik di kota tersebut.
Jihene Ben Amor, manajer komunikasi Draxlmaier di Tunisia, mengatakan perusahaan ingin berkontribusi pada pengembangan daerah terpencil dan kurang terlayani tempat perusahaan beroperasi.
Bagi banyak pekerja, yang berpenghasilan hingga 1.000 dinar sebulan, biaya tiket dan perjalanan ke kota utama dengan bioskop bisa menjadi penghalang. "Memiliki bioskop tepat di luar tempat kerja mereka juga memberikan para pekerja rasa bangga dan memiliki," kata Ben Amor.
Sumber Kegembiraan
Setelah Djemmal, CinemaTdour didirikan di Hay Hlel, lingkungan miskin di Ibu Kota Tunis. Banyak anak berkumpul di sekitar bioskop dadakan itu, bersemangat menunggu giliran agar mereka bisa masuk ke bioskop keliling itu.
Yomna Warhani, 11 tahun, berseri-seri karena kegembiraan, menantikan pemutaran film pertamanya. "Saya tidak sabar untuk melihat seperti apa bagian dalamnya dan film apa saja yang akan ditayangkan," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!