Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertimbangkan Keuntungan Ekonomi dari Hubungan dengan AS, Vietnam Ragu Bergabung dengan BRICS

📅 Jumat, 03 Jan 2025, 14:49 WIB | Oleh:
Pertimbangkan Keuntungan Ekonomi dari Hubungan dengan AS, Vietnam Ragu Bergabung dengan BRICS Doc: Istimewa
Ket. Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh di sela-sela KTT Brics di Kazan, pada 24 Oktober 2024.

HANOI - Para analis baru-baru ini mengatakan, penundaan Vietnam yang mencolok dalam daftar mitra kelompok Brics
(Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan),  menandakan tindakan penyeimbangan yang hati-hati, saat Hanoi mempertimbangkan hubungan ekonominya yang berkembang dengan Washington dibandingkan manfaat bergabung dengan blok yang sering dianggap sebagai penangkal pengaruh global yang dipimpin AS.

Dikutip dari South China Morning Post, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada hari Jumat (3/1) bahwa sembilan negara akan secara resmi bergabung dengan Brics sebagai negara mitra pada tanggal 1 Januari, sesuai dengan kesepakatan yang dicapai selama KTT Brics yang diadakan di Kazan, Rusia pada bulan Oktober.

Indonesia, Malaysia, dan Thailand termasuk di antara negara mitra yang dikonfirmasi yang diumumkan dalam pernyataan tersebut.

Pada KTT di Kazan, 13 negara diundang untuk menjadi mitra blok tersebut, yang berarti mereka berada di jalur menuju keanggotaan penuh. Sembilan negara menerima undangan tersebut, sementara Aljazair, Nigeria, Turki, dan Vietnam tidak secara resmi menanggapi hingga akhir tahun 2024.

"Kami berharap dalam waktu dekat tanggapan akan datang dari empat negara lainnya," kata pemerintah Rusia. 

Ahli di Pusat Studi Keamanan Asia-Pasifik di Hawaii, Alexander Vuving, mengatakan, hal itu mencerminkan Hanoi berusaha menjaga keseimbangan antara penguatan hubungan dengan AS dan potensi manfaat dari bergabung dengan blok yang dianggap sebagai penyeimbang AS. 

"Keraguan Vietnam disebabkan dari hubungan yang rumit Hanoi dengan Amerika Serikat," katanya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

36 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.