Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengamat: Pemberantasan Korupsi Butuh Langkah Konkret. Jangan Berubah Ubah!

📅 Rabu, 01 Jan 2025, 10:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Butuh Langkah Konkret. Jangan Berubah Ubah! Doc: istimewa
Ket. Pengamat Kebijakan Publik Fitra, Badiul Hadi mengatakan, pernyataan tentang mark up anggaran yang disampaikan Presiden Prabowo ingin menegaskan komitmen pemberantasan korupsi. Namun pemerintah harus konsisten.

JAKARTA-Pengamat Kebijakan Publik Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi mengatakan, pernyataan tentang mark up anggaran yang disampaikan Presiden Prabowo sepertinya ingin menegaskan komitmen pemberantasan korupsi.

"Pernyataan untuk kesekian kalinya ini perlu dibarengi langkah konkret yang terukur. Terlebih beberapa waktu lalu Presiden Prabowo juga mengeluarkan pernyataan yang kontroversial terkait memaafkan koruptor, jelas ini bertolak belakang,"tegas Badiul mengomentari pernyataan Prabowo

Tantangan yang dihadapi menurutnya adalah ini menjadi kebijakan disemua tingkatan pemerintahan baik pusat, daerah maupun desa. Tawaran solusi Presiden Prabowo terkait digitalisasi sebenarnya juga sudah mulai berjalan. Namun, beberapa problem seperti integrasi sistem, kapabilitas dan kredibilitas SDM (sumber daya manusia) serta potensi manipulasi digital ini yang sebenarnya perlu penanganan serius dan fokus dari jajaran pemerintah Presiden Prabowo. 

Terkait pengungkapan kebocoran anggaran, sekiranya ini perlu diperkuat data yang valid, dan sekiranya Presiden Prabowo bisa membentuk tim khusus dengan melibatkan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), BPKP (Badan Pemerika Keuangan dan Pembangunan), PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), dan KPK (komisi pemberantasan korupsi) untuk pengawasan serius kebocoran anggaran. 

"Perlu melanisme sanksi yang tegas, tidak sebatas formalitas. Pemerintah perlu memeprkuat pengawasan dengan melibatkan BPK, BPKP, KPK dan masyarakat. Kemudian, memperkuat transparansi dan akuntabilitas serta kredibilitas pengelolaan dan realisasi anggaran, berbasis digital,"ungkap Badiul

Pemberian sanksi yang tegas pada pelaku korupsi khususnya mark up data yang disebut oleh Presiden menurut Badiul sebagai penguatan komitmen. Dan yang tidak kalah penting adalah memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan pengelolaan anggaran dengan memeberi informasi yang memadai atas pelaksanaan proyek proyek yang dikelola Pemerintah pusat, daerah dan desa.

2

Presiden peringatkan “mark up” anggaran harus diberantas

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto memperingatkan jajaran pejabat pemerintah di pusat dan daerah untuk memberantas praktik-praktik penggelembungan (mark up) anggaran karena itu bagian dari tindak pidana korupsi.

Dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Jakarta, Senin awal pekan ini, Presiden menyebut langkah-langkah pencegahan saat ini telah diterapkan untuk mencegah mark up itu, di antaranya program-program digitalisasi dalam pengadaan seperti e-catalog, e-government, dan govtech.

“Untuk seluruh aparat, budaya mark up, penggelembungan (nilai) barang, proyek, dan anggaran itu adalah korupsi. Itu adalah merampok uang rakyat. Kalau bikin proyek Rp100 juta, ya Rp100 juta. Bikin rumah Rp100 juta, ya Rp100 juta. Jangan bilang Rp150 juta,” kata Presiden Prabowo.

Presiden melanjutkan, aksi mark up nilai proyek dan pengadaan itu yang menyebabkan kebocoran APBN. Prabowo pun memerintahkan seluruh pihak, termasuk kalangan eksekutif di pemerintahan, legislatif, dan yudikatif bergotong-royong memberantas kebiasaan mark up tersebut.

“Kita sekarang ingin melaksanakan pembangunan nasional dengan mengurangi segala bentuk kebocoran, manipulasi, dan mark up, dan ini membutuhkan semua pihak, yudikatif, legislatif, dan aparat,” kata Presiden.

Terkait jumlahnya, Presiden menyebut dia akan mengungkap nilai kebocoran anggaran itu dalam kesempatan yang lain. Jika perlu, Presiden melanjutkan, dia akan mengungkap itu dalam sidang kabinet.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
Megapolitan
Optimalisasi Digitalisasi T...

Krisis Air Mengancam Ketahanan Nasional

41 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Krisis Air Mengancam Ketaha...

DPR sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR sahkan UU Pelindungan K...
Olahraga
Coco Gauff Kecam Serangan R...
Advertisement
Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.