- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kasihan Sekali, 60.000 War...
Kasihan Sekali, 60.000 Warga Rohingya Lari ke Bangladesh Karena Konflik Myanmar
Senin, 23 Des 2024, 00:30 WIBDhaka - Sebanyak 60.000 warga Rohingya menyelamatkan diri ke Bangladesh dalam dua bulan terakhir, di tengah meningkatnya konflik antara pemerintah junta dan pemberontak Tentara Arakan di Myanmar.
âPosisi kami pada prinsipnya adalah tidak mengizinkan lebih banyak Rohingya masuk. Namun, terkadang situasinya menjadi sedemikian rupa sehingga kami tidak punya pilihan lain," kata penasihat urusan luar negeri Bangladesh, Md. Touhid Hossain, pada Minggu.
"Dalam situasi seperti itu, kami mengizinkan 60.000 warga Rohingya masuk. Bukannya kami mengizinkan mereka masuk secara resmi, mereka masuk melalui rute yang berbeda,â ujarnya, menambahkan.
Ia pun menjelaskan telah mengikuti pertemuan konsultasi informal dengan perwakilan sejumlah negara tetangga, yaitu Laos, Thailand, India, China, dan Myanmar untuk mendiskusikan isu ini.
Dalam pertemuan yang dipimpin Menteri Luar Negeri Thailand Maris Sangiampongsa di Bangkok pekan lalu, Hossain menegaskan bahwa tidak akan ada lagi gelombang pengungsi Rohingya yang masuk ke Bangladesh.
âNamun, kami harus membuat pengaturan untuk menghentikan gelombang itu, bersama dengan masyarakat internasional,â katanya.
Negara-negara tersebut, ujarnya, tidak melihat kemungkinan Myanmar kembali ke keadaan sebelumnya.
Karena itu, mereka meminta Myanmar, yang diwakili penjabat Menlu U Than Swe, untuk segera menyelesaikan masalah dalam negerinya melalui pembicaraan dengan semua pihak.
Tentara Arakan menguasai lebih banyak wilayah di negara bagian Rakhine di sepanjang perbatasan Bangladesh.
Namun, Hossain mengatakan tidak mungkin mengadakan pembicaraan formal dengan mereka yang sekarang menguasai lebih banyak wilayah di Myanmar di sepanjang perbatasan Bangladesh.
âSaya katakan kepadanya (Than Swe) bahwa perbatasan Myanmar tidak berada di bawah kendali Anda. Perbatasan telah berada di bawah kendali aktor non-negara. Sebagai sebuah negara, kita tidak dapat terlibat dengan aktor non-negara. Jadi, mereka (pemerintah Myanmar) harus mencari cara untuk menyelesaikan masalah perbatasan dan Rohingya," kata Hossain, menegaskan.
Bangladesh menampung lebih dari 1,2 juta pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar di tenggara.
Sebagian besar Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar pada Agustus 2017 akibat tindakan keras militer.
Infiltrasi Rohingya juga diwarnai oleh korupsi di perbatasan Bangladesh-Myanmar karena beberapa orang membantu warga Rohingya menyeberangi perbatasan dengan imbalan uang.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Atlet Panjat Tebing Indonesia Lolos ke Semifinal World Climbing Series Koper di Slovenia
-
Ruang Fiskal Terbatas, Surplus Primer Belum Jadi Jaminan
-
Wali Kota Bogor Resmikan Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua
-
Serial 'Spider-Noir' Musim 2 Dibatalkan, Nicholas Cage Tetap Move On
-
Sedikitnya 30.000 Orang Terdampak Banjir di Myanmar
-
Raja Ampat Wajibkan Pelajar Menabung Lewat Gerakan Noken-Kapowen
-
Kapal Feri Terbakar di Lepas Pantai Filipina, 5 Orang tewas, 87 Hilang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.