Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Negosiasi untuk Cari Solusi, Jerman Desak Uni Eropa Capai Kesepakatan Tarif EV dengan Tiongkok

📅 Sabtu, 21 Des 2024, 01:00 WIB | Oleh:
Perkuat Negosiasi untuk Cari Solusi, Jerman Desak Uni Eropa Capai Kesepakatan Tarif EV dengan Tiongkok Doc: AFP/JOHN THYS
Ket. Kanselir Jerman, Olad Scholz

JAKARTA – Jerman mendesak Uni Eropa untuk segera mencapai kesepakatan dengan Tiongkok terkait perselisihan tarif kendaraan listrik atau electricvehicle(EV).

"Tidak masuk akal jika ada konflik terkait hal ini. Oleh karena itu, saya mengimbau semua pihak agar mendorong negosiasi ini hingga membuahkan hasil yang baik sekarang juga," kata Kanselir Jerman Olaf Scholz, pada Kamis (19/12), di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Eropa.

Tiongkok berharap Uni Eropa akan mengambil langkah konkret sesegera mungkin untuk bersama-sama memajukan konsultasi mengenai rancangan komitmen harga untuk EV Tiongkok.

Seperti dikutip dari Antara, juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, He Yongqian, mengatakan Tiongkok selalu mendukung penyelesaian friksi perdagangan melalui dialog dan konsultasi, serta telah melakukan upaya terbaiknya dalam perundingan komitmen harga.

Scholz juga meminta Komisi Eropa untuk melonggarkan penerapan penalti finansial bagi produsen mobil Uni Eropa yang gagal memenuhi target emisi karbon dioksida (CO2) kawasan Eropa yang telah ditetapkan untuk tahun depan.

Tekanan Global

Menurut Scholz, dengan tekanan global yang dihadapi industri otomotif saat ini, khususnya di Eropa, tidak masuk akal untuk semakin membebani perusahaan dengan penalti karena tidak mencapai target pada tahun 2025.

Menurut dia, Komisi Eropa harus menemukan cara jika penalti memang diperlukan agar penalti tersebut tidak berdampak pada likuiditas keuangan perusahaan-perusahaan yang saat ini perlu berinvestasi pada mobilitas listrik, produk modern, dan kendaraan.

Kesepakatan Hijau Eropa (European Green Deal) bertujuan mencapai netralitas iklim pada 2050, termasuk pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 90 persen dari transportasi.

Guna mendukung tujuan ini, peraturan emisi Uni Eropa yang lebih ketat bagi produsen mobil akan berlaku mulai 2025, yang mensyaratkan emisi rata-rata 93,6 gram CO2 per kilometer atau lebih rendah. Produsen mobil yang melebihi batas tersebut akan dikenai denda 95 euro atau sekitar 1,6 juta rupiah per gram per mobil.

Perkiraan industri menunjukkan bahwa produsen-produsen mobil Eropa dapat menghadapi penalti sebesar 15 miliar euro karena gagal memenuhi target tersebut, dengan Volkswagen Jerman, produsen mobil terbesar di Eropa, termasuk salah satu produsen yang dijatuhi penalti terbanyak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.