Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Fokus Percepat Pemberangkatan 13.611 Calon Pekerja Migran Indonesia ke Korsel

📅 Selasa, 17 Des 2024, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Fokus Percepat Pemberangkatan 13.611 Calon Pekerja Migran Indonesia ke Korsel Doc: ANTARA/HO-KP2MI
Ket. Direktur Penempatan Non Pemerintah Kawasan Asia dan Afrika, Mocharom Ashadi (kiri), dan Direktur Penempatan Pemerintah Kawasan Asia dan Afrika Seriulina Tarigan (kanan) dalam konferensi pers di KP2MI, Jakarta, Senin (16/12/2024).

Jakarta - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mengatakan tengah fokus mempercepat pemberangkatan 13.611 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang termasuk dalam data pekerja yang telah disetujui untuk diberangkatkan ke Korea Selatan melalui skema Government-to-Government (G-to-G).

"Kementerian P2MI fokus pada data roster. Roster adalah sistem yang ada di kita. Di situ terdata calon PMI yang sudah memenuhi syarat untuk dilakukan seleksi," kata Direktur Penempatan Non Pemerintah Kawasan Asia dan Afrika, Mocharom Ashadi dalam konferensi pers di KP2MI, Jakarta, Senin (16/12).

Dia menyampaikan hal itu setelah mengumumkan pelepasan 400 PMI ke Korsel yang akan diberangkatkan pada Senin malam (16/12) dan Selasa (17/12). Pemberangkatan 400 PMI tersebut merupakan pemberangkatan terakhir untuk tahun ini.

Terkait 13.611 CPMI yang telah termasuk ke dalam data roster per 13 Desember 2024, Mocharom mengatakan bahwa mereka akan menjadi fokus utama KP2MI untuk bisa dipercepat pemberangkatannya.

Untuk itu, KP2MI saat ini tengah fokus berdiskusi dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait di Korsel, termasuk perwakilan Korsel di Jakarta, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Seoul.

"Untuk apa? Tujuannya adalah bagaimana kita bisa segera menyampaikan ke pihak Korea dan segera mengambil langkah-langkah untuk 13.611 PMI dalam roster tadi segera bisa ditempatkan dengan mekanisme yang ada. Ini bagian prioritas yang Kementerian P2MI lakukan," katanya.

Sementara itu, Direktur Penempatan Pemerintah Kawasan Asia dan Afrika Seriulina Tarigan menyampaikan bahwa 13.611 CPMI tersebut terdiri dari 1.153 CPMI lulusan 2022, 5.487 CPMI lulusan 2023, dan 6.971 CPMI lulusan 2024, yang jumlahnya diperkirakan masih akan bertambah mengingat pengumuman kelulusan yang baru diumumkan.

"Secara umum, jika melihat roster lulusan tahun sebelumnya, yakni 2022 dan 2023, maka jumlah roster yang tersisa adalah sebanyak 6.640 atau sekitar 26 persen dari jumlah roster approval," kata dia.

Seriulina mengatakan bahwa dalam waktu dekat Kementerian P2MI akan berkoordinasi dengan Kemlu RI dan Dubes RI di Seoul untuk melakukan pertemuan dengan Pemerintah Korsel guna membahas data roster tersebut dan hal-hal lain guna memperbaiki tata kelola penempatan PMI skema G-To-G ke negara itu.

"Hal ini adalah untuk menyusun kebijakan, menyusun bagian penempatan G-to-G Korea agar lebih menguntungkan bagi para PMI, dan akan melakukan penelaahan terhadap rancangan perpanjangan MoU G-to-G Korea antara Pemerintah RI dan Korsel," demikian katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.