Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekjen PBB Ingatkan Mekanisme untuk Meringankan Beban Utang Masih Jauh dari Memadai

📅 Jumat, 13 Des 2024, 02:00 WIB | Oleh:
Sekjen PBB Ingatkan Mekanisme untuk Meringankan Beban Utang Masih Jauh dari Memadai Doc: istimewa
Ket. Sekjen PBB, Antonio Guterres, saat tiba untuk berunding dengan Menteri Hubungan dan Kerja Sama Internasional Afrika Selatan, Ronald Lamola, guna membahas prioritas kepemimpinan G20, pembangunan berkelanjutan, dan komitmen iklim, di Pretoria, Rabu (11/12).

JOHANNESBURG – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, pada hari Rabu (11/12), mengatakan mekanisme penghapusan utang yang ada saat ini masih jauh dari memadai untuk mengatasi kerentanan global, dan menyerukan kepada negara-negara G-20 untuk berbuat lebih banyak guna mewujudkan keadilan keuangan.

Dikutip dari The Straits Times, Guterres menyampaikan komentar tersebut saat berkunjung ke Afrika Selatan, yang menjadi negara Afrika pertama yang memimpin G20 saat mengambil alih pimpinan forum internasional ekonomi maju dan berkembang bulan ini.

"Kerangka Kerja Bersama G20, sebuah arsitektur keringanan utang yang diluncurkan selama pandemi Covid-19 untuk membantu negara-negara yang terlilit utang besar untuk kembali ke jalur yang benar dengan cepat, telah dikritik menyusul lambatnya restrukturisasi di negara-negara termasuk Zambia.

"Saya mengakui semua upaya yang telah dilakukan G20 terkait dengan apa yang disebut 'Kerangka Kerja', tetapi mari kita perjelas. Kita masih jauh dari memiliki instrumen yang mampu mengatasi masalah utang yang ada di tingkat global," kata Guterres dalam acara G20 di Johannesburg.

Kita memerlukan solusi yang berarti untuk mengatasi krisis utang, sehingga negara-negara dapat berinvestasi dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya dan mendorong pembangunan jangka panjang.

Perlu Direformasi

Guterres menggunakan pidatonya kepada para pejabat keuangan G20 untuk menggarisbawahi lembaga tata kelola global perlu direformasi agar dapat melayani negara-negara Afrika dengan lebih baik.

Ia mengatakan harus ada peningkatan peran bank pembangunan multilateral dan pendanaan lunak yang lebih besar, tetapi peningkatan produk domestik bruto tidak boleh menjadi satu-satunya metrik yang ditargetkan. "Sangat penting untuk memperhatikan secara khusus kerentanan," kata Guterres.

Menteri Keuangan Afrika Selatan, Enoch Godongwana, mengatakan pada acara yang sama bahwa mengatasi kerentanan utang akan menjadi fokus kepresidenan G20 negaranya.

Afrika Selatan akan mengusulkan pembentukan panel ahli untuk fokus secara khusus pada kebutuhan pembiayaan Afrika, katanya, seraya menambahkan keberlanjutan utang tidak dapat diselesaikan melalui Kerangka Kerja Bersama saja. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.