- Home
-
- Luar Negeri
-
- Sekjen PBB Sebut Suriah Pu...
Sekjen PBB Sebut Suriah Punya Kesempatan Bersejarah untuk Wujudkan Perdamaian
Senin, 09 Des 2024, 18:30 WIBIstanbul - Suriah kini menghadapi peluang bersejarah untuk mengejar masa depan yang damai dan stabil, ujar Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Minggu (8/12).
âSetelah 14 tahun perang brutal dan jatuhnya rezim diktator, hari ini rakyat Suriah dapat memanfaatkan kesempatan bersejarah untuk membangun masa depan yang stabil dan damai,â kata Guterres.
âMasa depan Suriah adalah hak rakyat Suriah untuk menentukan, dan Utusan Khusus saya akan bekerja sama dengan mereka untuk mewujudkannya,â tegasnya.
Ia menekankan pentingnya upaya besar untuk memastikan transisi politik yang tertib menuju pembaruan institusi.
âPada masa sensitif ini, penting untuk menjaga ketenangan, menghindari kekerasan, dan melindungi hak-hak seluruh rakyat Suriah tanpa diskriminasi,â tambah Guterres.
Guterres menegaskan pula bahwa keberadaan tempat dan personel diplomatik serta konsuler harus dihormati dalam segala situasi sesuai dengan hukum internasional.
Ke depan, ia menyoroti perlunya dukungan internasional untuk memastikan bahwa transisi politik Suriah bersifat inklusif, menyeluruh, dan selaras dengan aspirasi sah rakyatnya.
âKedaulatan, kesatuan, kemerdekaan, dan integritas teritorial Suriah harus dipulihkan,â ujarnya.
PBB juga tetap berkomitmen untuk menghormati kenangan mereka yang telah menderita selama konflik berlangsung.
Guterres menegaskan dedikasi organisasi tersebut untuk membantu rakyat Suriah membangun negara yang menjunjung keadilan, kebebasan, rekonsiliasi, dan kesejahteraan bagi semua.
âInilah jalur menuju perdamaian yang berkelanjutan di Suriah.â
Setelah periode relatif tenang, bentrokan antara pasukan rezim Assad dan kelompok anti-rezim kembali pecah pada 27 November di daerah pedesaan barat Aleppo, kota besar di utara Suriah.
Selama lebih dari 10 hari, pasukan oposisi melancarkan serangan kilat, merebut kota-kota penting, dan pada Minggu berhasil menguasai ibu kota, Damaskus.
Kemajuan cepat tersebut, didukung oleh unit militer yang membelot, menyebabkan runtuhnya rezim Assad setelah 13 tahun perang saudara.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Wali Kota Bandung Pamerkan Kekuatan Musik Melalui Konser Merah Putih 2026 Swara Merdeka
-
D.A.N.C.E., Platform Baru untuk Buka Ruang Jaringan dan Kolaborasi Lintas Perusahaan
-
Lisa Blackpink Tampilkan Budaya Thailand dalam Video Musik Terbaru “SaWaDiKa”
-
KRL Commuter Tabrak Orang di Dekat Stasiun Tebet, Transjakarta Bantu Angkut Penumpang
-
BMKG Prakirakan Cuaca di Jakarta, Bandung, dan Semarang pada Selasa (11/8) Berawan, Hujan Ringan di Kota Medan
-
Myanmar akan Pulangkan 300.000 Pengungsi Rohingya ke Rakhine Setelah Kondisi Keamanan Membaik
-
Airena Kreatif Hadir, IM3 Buka Ruang Belajar dan Kolaborasi bagi Kreator
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.