Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemanfaatan EBT di Wilayah 3T Bisa Substitusi 3 Gigawatt Energi Kotor

📅 Selasa, 26 Nov 2024, 01:15 WIB | Oleh:
Pemanfaatan EBT di Wilayah 3T Bisa Substitusi 3 Gigawatt Energi Kotor Doc: antara
Ket. Suprapto Pengamat energi terbarukan dari Universitas Brawijaya, Malang - PLTS atap dapat digunakan untuk program listrik di wilayah tertinggal, terdepan, serta terluar yang selama ini masih harus menggunakan genset. Jadi apa pun jenisnya, EBT adalah solus

JAKARTA– Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai pemerintah Indonesia sangat memungkinkan untuk menyediakan listrik bersih dan terjangkau di wilayah perdesaan dan daerah tertinggal, terdepan, serta terluar (3T), mengingat potensi energi baru terbarukan (EBT) yang dimiliki cukup besar.

“Pemanfaatan potensi energi terbarukan setempat bisa menggantikan tiga gigawatt pembangkit listrik tenaga diesel yang tersebar. Dengan ini, selain akses listrik jadi lebih merata, penurunan emisi dan biaya penyediaan tenaga listrik dapat terjadi,” kata Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa, dalam pernyataan di Jakarta, Minggu (24/11).

Kementerian ESDM, jelas Fabby, menyatakan potensi energi terbarukan di Indonesia mencapai 3.686 gigawatt. Adapun kajian pihaknya pada 2022 mengindikasikan ada potensi energi terbarukan yang lebih besar mencapai lebih dari 7.800 gigawatt, dengan lebih dari 75 persen merupakan sumber energi surya.

Oleh karena itu, ia mengatakan pemerintah Indonesia perlu mempersiapkan peta jalan transisi energi dengan pilihan biaya yang paling murah, menjamin keandalan pasokan yang optimal, dan berkeadilan.

Menurut Fabby, lewat transisi energi terbarukan, Indonesia dapat meningkatkan ambisi penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) yang selaras dengan target 1,5 derajat Celsius yang disasar oleh Persetujuan Paris (Paris Agreement).

Adapun data dari Kementerian ESDM hingga November 2024 menunjukkan masih ada sekitar 86 desa yang belum memiliki akses listrik.

Libatkan Swasta

Pengamat energi terbarukan dari Universitas Brawijaya, Malang, Suprapto, mengatakan potensi energi baru terbarukan (EBT), terutama energi surya yang sangat melimpah di Indonesia, bisa menjadi solusi mengatasi kesenjangan listrik di wilayah 3T.

“Kesenjangan listrik di kepulauan-kepulauan dan perdesaan adalah masalah lama yang sebetulnya sekarang dengan kemajuan teknologi energi terbarukan bisa diatasi. Sistem PLTS fotovoltaik, PLTS atap dapat digunakan untuk program listrik di wilayah 3T yang selama ini masih harus menggunakan genset. Jadi apapun jenisnya, EBT adalah solusi jitu kesenjangan energi,” kata Suprapto.

Wilayah 3T, jelasnya, adalah tempat yang tepat untuk memulai adopsi EBT. Mereka bisa didahulukan karena selain belum terjangkau oleh jaringan PLN, lokasi-lokasi terpencil itu kebutuhannya listriknya relatif kecil, karena mungkin belum ada mal, gedung-gedung perkantoran, dan sebagainya.

“Tinggal bagaimana pemerintah mau mempermudah, memberikan insentif untuk lebih mendorong komersialisasi sistem ini dengan memaksimalkan keterlibatan swasta, dan mendorong sistem pendanaan yang efisien,” tuturnya.

Project Lead Clean, Affordable and Secure Energy for Southeast Asia (CASE for SEA) di Indonesia, GIZ Energy Program for Indonesia/Asean, Deni Gumilang, menggarisbawahi pentingnya pengembangan instrumen kebijakan yang bertujuan untuk memitigasi risiko transaksi, mengingat tantangan dalam kebijakan dan regulasi masih dianggap sebagai hambatan utama dalam pengembangan energi terbarukan di Tanah Air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.