Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dunia Menyetujui Aturan Perdagangan Karbon Antarnegara di COP29

📅 Senin, 25 Nov 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Dunia Menyetujui Aturan Perdagangan Karbon Antarnegara di COP29 Doc: ANTARA/HO-NDC/Yayasan PIKUL
Ket. Torry Kuswardono, Direktur Eksekutif Yayasan Pikul dalam sesi New Space of Cooperation for the Global South.

BAKU - Perundingan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa, Conference of the Parties to the United Nations Framework Convention on Climate Change (COP29), pada hari Sabtu (23/11), meloloskan aturan baru yang memperbolehkan negara-negara kaya yang berpolusi untuk membeli "kompensasi" pemotongan karbon dari negara-negara berkembang. Ini sebuah langkah yang sudah menimbulkan kekhawatiran aturan tersebut akan digunakan untuk menutupi target iklim.

Dikutip dari The Straits Times, keputusan ini, yang diambil selama waktu tambahan pada konferensi COP29, merupakan langkah maju yang besar dalam perdebatan yang telah berlangsung bertahun-tahun dalam perundingan iklim, dan para diplomat bertepuk tangan ketika keputusan itu diketuk.

Para pendukung mengatakan, kerangka kerja perdagangan karbon yang didukung PBB dapat mengarahkan investasi ke negara-negara berkembang di mana banyak kredit dihasilkan.

Para kritikus khawatir bahwa jika dirancang dengan buruk, skema ini dapat merusak upaya dunia untuk mengekang pemanasan global.

"Perjanjian tersebut menghasilkan pasar karbon dengan celah hukum dan kurangnya integritas yang akan memungkinkan perusahaan bahan bakar fosil terus melakukan pencemaran," kata Aktivis dari Greenpeace, An Lambrechts.  

Sedangkan Reuben Manokara dari World Wide Fund for Nature (WWF), mengatakan,  bahwa teks akhir tersebut merupakan “sebuah kompromi”. 

"Meskipun tidak sempurna, teks tersebut memberikan tingkat kejelasan yang telah lama tidak ada dalam upaya global untuk mengatur perdagangan karbon," ujarnya. 

Penanaman Pohon

Kredit karbon dihasilkan oleh aktivitas yang mengurangi atau menghindari emisi gas rumah kaca yang memanaskan planet, seperti penanaman pohon, melindungi penyerap karbon yang ada, atau mengganti batu bara yang mencemari dengan alternatif energi bersih.

Hingga saat ini, kredit tersebut sebagian besar diperdagangkan oleh perusahaan di pasar yang tidak teregulasi dan penuh skandal.

Namun kesepakatan iklim Paris 2015 membayangkan bahwa negara-negara juga dapat mengambil bagian dalam perdagangan pengurangan karbon lintas batas.

Gagasan luasnya adalah bahwa negara-negara - terutama pencemar kaya - dapat membeli kredit karbon dari negara lain yang berkinerja lebih baik dalam target pengurangan emisi mereka sendiri.

Inisiatif tersebut, yang dikenal sebagai Pasal 6, mencakup perdagangan langsung antar negara dan pasar terpisah yang didukung PBB.

Hal ini terbukti populer di kalangan negara berkembang yang mencari pembiayaan internasional, dan negara-negara kaya yang ingin menemukan cara baru untuk memenuhi target pengurangan emisi yang tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Megapolitan
BlokM Terus Dibenahi, Pelet...
Megapolitan
Harus Dipersiapkan Sejak Di...
Daerah
Sumsel United Siap Menghada...
Luar Negeri
Trump Minta Eropa Lepaskan ...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.