Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gusdurian Gelar Simposium Perkuat Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan

📅 Jumat, 15 Nov 2024, 00:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gusdurian Gelar Simposium Perkuat Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Doc: ANTARA/HO-Gusdurian
Ket. Pembukaan Simposium Beda Setara di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Kamis (14/11/2024).

Yogyakarta - Jaringan Gusdurian atau komunitas pengagum presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menggelar Simposium Beda Setara (Best) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Kamis, untuk memperkuat kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB).

"Kami meyakini ini menjadi salah satu upaya bagaimana isu KBB harus terus dikampanyekan, dibicarakan banyak orang," ujar Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Jay Akhmad dalam keterangan tertulis di Yogyakarta, Kamis.

Melalui simposium tersebut, kata Jay, kebebasan beragama dan berkeyakinan diperjuangkan sebagai hak konstitusi yang harus dijamin, tidak sekadar dalam bentuk harmonisasi semata.

Dia berharap, acara tersebut mampu menjadi ruang untuk memperdalam, memperluas, serta memperkuat jaringan gerakan KBB.

Simposium ini menghadirkan tokoh agama, praktisi KBB, dan civitas akademika untuk merumuskan strategi baru serta rekomendasi bagi penguatan gerakan KBB di Indonesia.

"Ada tiga hal yang dilakukan, memperdalam di tingkatan basis, memperluas di tingkatan jejaring, dan memperkuat di level kebijakan," kata dia.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi menyatakan bahwa semangat "Beda Setara" yang digagas Jaringan Gusdurian telah menjadi nilai yang lekat dengan UIN Sunan Kalijaga.

"Ketika gagasan penyelenggaraan ini disampaikan kepada saya, saya langsung menyambut baik dan mendukung 100 persen penyelenggaraan ini, karena 'DNA' UIN Sunan Kalijaga adalah Beda Setara," ujar dia.

Sementara itu, Direktur Jaringan Gusdurian Alissa Wahid menyampaikan bahwa menggaungkan isu KBB di ranah publik merupakan kebutuhan urgen.

Ia menilai, gagasan Bhineka Tunggal Ika belum sepenuhnya tercermin dalam perlindungan hak beragama bagi seluruh warga negara.

"Kita selalu membanggakan slogan Bhineka Tunggal Ika, namun realitanya pemenuhan hak beragama belum merata. Dengan simposium ini, kita berharap dapat mempertajam strategi untuk mencapai pemenuhan hak warga negara yang utuh," ujar Alissa.

Simposium Beda Setara nantinya akan menghasilkan rekomendasi yang diharapkan dapat memberikan panduan untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan hak beragama dan berkeyakinan di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.