Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IUCN: Setengah Spesies Karang Tropis Terancam Punah

📅 Kamis, 14 Nov 2024, 02:30 WIB | Oleh:
IUCN: Setengah Spesies Karang Tropis Terancam Punah Doc: AFP/DAVID GRAY
Ket. Seorang peneliti menyelam di sebuah pulau di Great Barrier Reef, Australia, untuk mengamati kerusakan terumbu karang pada April 2024 lalu.

PARIS – Laporan terbaru dari Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) pada Rabu (13/11) menyatakan bahwa hampir setengah dari seluruh spesies karang air hangat terancam punah dan perubahan iklim adalah penyebab utamanya.

Penilaian risiko terkini dari IUCN tersebut diumumkan pada pertemuan puncak iklim COP29 di Baku, Azerbaijan, yang tak diikuti oleh para pemimpin banyak negara penghasil polusi tertinggi.

Penilaian terkini Daftar Merah Spesies Terancam IUCN mengamati karang pembentuk terumbu yang hidup di perairan hangat dan dangkal di wilayah tropis. Analisisnya menemukan bahwa 892 spesies karang pembentuk terumbu kini dianggap terancam, mewakili 44 persen dari total.

Oleh karena itu IUCN mengimbau para negosiator di konferensi COP29 untuk bertindak cepat guna mengurangi emisi bahan bakar fosil yang memanaskan planet.

“Ekosistem yang sehat seperti terumbu karang sangat penting bagi penghidupan manusia - menyediakan makanan, menstabilkan garis pantai, dan menyimpan karbon,” kata kepala IUCN, Grethel Aguilar, dalam sebuah pernyataan. “Perubahan iklim tetap menjadi ancaman utama bagi karang pembentuk terumbu dan merusak sistem alam yang kita andalkan,” imbuh dia.

Selain pemanasan global, polusi, penyakit, penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan, dan limpasan pertanian juga mengancam terumbu karang dunia. Kebanyakan karang pembentuk terumbu ditemukan di kawasan Indo-Pasifik, seperti Great Barrier Reef di Australia yang mengalami salah satu peristiwa pemutihan terburuknya tahun ini. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.