Menko Pangan Tegaskan Swasembada Pangan Tidak Boleh Ditawar
Selasa, 12 Nov 2024, 00:01 WIBJakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menyebut program swasembada pangan yang digalakkan oleh Presiden Prabowo Subianto tidak bisa ditawar lagi untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Zulkifli menyampaikan, swasembada pangan bukan hanya soal Indonesia mampu mencukupi kebutuhan beras dalam negeri, tetapi juga komoditas lainnya seperti jagung dan tebu.
"Swasembada pangan tidak boleh tawar-tawar. Selambat-lambatnya 2028 kita harus swasembada pangan," ujar Zulkifli di Jakarta, Senin.
Swasembada pangan disebut Zulkifli merupakan program yang sangat strategis dan menjadi prioritas utama.
Oleh karena itu, melalui Peraturan Presiden 139 Tahun tentang penataan tugas dalam posisi Kementerian Negara Kabinet Merah Putih, periode tahun 2024-2029 dibentuklah Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Menko Pangan pun mendorong seluruh jajarannya untuk bergerak cepat mewujudkan swasembada.
"Program yang begitu penting, strategis, baru, semua dimulai dari baru. Tapi tidak ada tempat bagi pejuang untuk ngeluh, tidak ada. Dalam situasi apapun, dalam kondisi apapun, kita harus bekerja keras," katanya.
Sebelumnya, Zulkifli mengatakan jaringan irigasi primer dan sekunder tambahan akan segera dibangun pada 2025 guna mempercepat swasembada pangan.
Perbaikan irigasi primer dan sekunder dilakukan dengan tujuan memaksimalkan produksi pangan daerah. Ia menyebut, selama ini banyak permasalahan terkait dengan tidak berjalannya irigasi meski bendungan telah terisi air.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan optimalisasi sawah tadah hujan yang tidak terawat dan tidak produktif juga akan dilakukan.
Zulkifli menyebut perbaikan sawah ini akan memakan biaya sekitar Rp23 juta per hektar.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tak Hanya KPR, BTN Perluas Ekspansi ke Sektor Produktif dan UMKM Jawa Barat
-
Bukan Lagi Gratis! Gerbang Tol Sementara Cipeundeuy di Tol Cipali Mulai Bertarif
-
Efek Margin Baru 7 Persen, Bulog Prediksi Raup Laba Rp1,14 T
-
Usai Sade Terbakar, Kampung Adat Ende Kini Kebanjiran Wisatawan
-
OJK Ungkap Strategi Jaga Stabilitas Sistem Keuangan Nasional
-
Abu Gunung Anak Krakatau Mulai Guyur Pesisir Serang, Warga Keluhkan Mata Perih dan Tenggorokan
-
'Super New Moon' 14 Juli Berpotensi Akibatkan Rob di 10 Wilayah Pesisir Sulawesi Utara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.