Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Fokus Mengupayakan Keadilan dan Kepastian Hukum

📅 Kamis, 07 Nov 2024, 01:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Fokus Mengupayakan Keadilan dan Kepastian Hukum Doc: ANTARA
Ket. Yusril Ihza Mahendra Menko Kumham Imipas - Pertumbuhan ekonomi 8 persen sangat mungkin tercapai bila ditopang norma hukum yang adil serta kepastian hukum.

» Presiden menginginkan agar semua masyarakat Indonesia diberlakukan sama di hadapan hukum.

JAKARTA– Pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengaku akan fokus mengupayakan keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh rakyat. Pasalnya, tanpa keadilan dan kepastian hukum akan menyebabkan masyarakat tidak sejahtera.

Menteri Koordinator bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, mengatakan keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh rakyat merupakan fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di bidang hukum selama lima tahun ke depan.

“Maka dari itu, ini tugas bagi kami lima tahun ke depan untuk meneropong satu demi satu aspek-aspek hukum yang dirasa tidak memberikan keadilan dan jaminan kepastian hukum bagi seluruh rakyat kita,” kata Yusril dalam wawancara khusus bersama Antara.

Dalam upaya tersebut, dirinya akan mengoptimalkan Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) di bawah Kementerian Hukum untuk mengkaji semua norma maupun peraturan yang ada dalam lima tahun ke depan.

Apabila kelak ditemukan aturan yang harus diperbaiki maupun tumpang tindih, maka akan diselesaikan sesegera mungkin agar bisa memberikan keadilan dan jaminan kepastian hukum.

Menko mengungkapkan salah satu program yang digagas pemerintahan saat ini, yakni percepatan pembangunan ekonomi untuk mengejar Indonesia Emas 2045 sebagai negara maju dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata sekitar 8 persen.Hal itu sangat mungkin tercapai apabila ditopang dengan norma hukum yang adil serta adanya kepastian hukum.

Yusril pun mencontohkan, salah satu akibat yang bisa terjadi apabila tidak adanya kepastian hukum, yakni masyarakat kehilangan hak atas tempat tinggalnya maupun tanah yang dimilikinya.Jika tidak ada kepastian hukum, masyarakat yang sudah memiliki sertifikat tanah bisa saja diusir oleh orang lain karena tiba-tiba sertifikatnya dibatalkan.

“Bila terjadi berbagai ketidakpastian hukum itu, implikasinya investor dalam negeri maupun luar negeri bisa agak ragu untuk menanamkan modalnya,” tuturnya.

Pengamat hukum dan pembangunan, Hardjuno Wiwoho, berharap komitmen pemerintah untuk fokus pada kepastian hukum harus disertai dengan sinyal penegakan hukum yang tegas, terutama dalam kasus-kasus besar yang menjadi perhatian masyarakat.

Menurutnya, keadilan tidak hanya harus dikedepankan, tetapi juga diwujudkan dalam penanganan kasus-kasus yang meresahkan publik, seperti temuan uang satu triliun rupiah di rumah mantan hakim Mahkamah Agung, serta kasus yang melibatkan birokrat dalam judi online.

“Komitmen pada keadilan harus tecermin dalam tindakan nyata. Kasus-kasus besar seperti ini menjadi ujian bagi pemerintah untuk menunjukkan bahwa hukum ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu,” kata Hardjuno di Jakarta, Rabu (6/11).

Penegakan hukum yang tegas akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum dan menunjukkan bahwa hukum benar-benar melindungi kepentingan publik.

“Saat publik melihat bahwa kasus besar ditangani dengan serius dan transparan, kepercayaan masyarakat akan meningkat, dan ini berdampak positif pada stabilitas sosial dan ekonomi kita,” lanjutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.