BSSN targetkan selesaikan rancangan SKKNI bidang tanggap insiden siber
Kamis, 07 Nov 2024, 16:17 WIBJakarta -- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menargetkan menyelesaikan rancangan standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) bidang tanggap insiden siber untuk mendukung misi Astacita keempat Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Sementara itu, Kepala BSSN Letjen TNI (Purn.) Hinsa Siburian dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, mengatakan pihaknya mempunyai program lainnya untuk mendukung misi Astacita keempat dalam masa 100 hari awal kerja Presiden dan Wapres Prabowo-Gibran.
âPenyelenggaraan dan pelatihan sertifikasi dalam bidang keamanan siber dengan output yaitu tersedianya sumber daya manusia keamanan siber pada instansi pusat, daerah maupun BUMN (badan usaha milik negara),â kata Hinsa.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian (tengah) didampingi Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi BSSN Mayjen TNI Dominggus Pakel (kiri) dan Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Sulistyo (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11).Â
Adapun Astacita keempat adalah memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Selain itu, BSSN menargetkan literasi keamanan siber masuk kurikulum pendidikan pada masa 100 hari awal kerja tersebut.
"Output yang dicapai dan diharapkan adalah terselenggaranya koordinasi yang baik dengan kementerian/lembaga dalam rangka penyusunan kurikulum materi literasi keamanan siber, terlaksananya literasi digital kepada siswa sekolah di semua tingkat terkait keamanan siber," ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa lembaganya menargetkan pelaksanaan seminar atau lokakarya bagi siswa sekolah di semua tingkatan dengan topik keamanan siber dan sandi.
"Kemudian meningkatnya literasi digital terkait keamanan siber dan sandi kepada mahasiswa, serta memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang tren post-quantum cryptograpghy (PCQ) kepada praktisi dan akademisi secara daring," jelasnya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Sujar
Berita Terkait:
-
Serangan Siber Makin Meningkat: Indonesia Rawan Sekali atas Ancaman Kejahatan Digital
-
MediaTek Gandeng Starlink Hadirkan Layanan Satelit Darurat pada Perangkat Seluler
-
Pemkab Sitaro Terapkan Skema Pemulihan dan Relokasi Jangka Menengah Bagi Korban Banjir Bandang
-
Program Koperasi Desa Digenjot, Pemkab Tangerang Fokus Akuntabilitas Dana CSR dan Operasional
-
Harga Minyak Pekan Depan Diperkirakan Tembus USD112 per Barel
-
Ada Potensi 660 Perusahaan, RI-Jepang Siap Majukan Industri Mold and Dies
-
Daftar Lengkap Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai 1 Februari 2026 di Tiap Wilayah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.