Tingkatkan Pelayanan, KAI Daop 7 Madiun dan Pemkab Bahas Pengembangan Stasiun Magetan

Sabtu, 02 Nov 2024, 00:16 WIB

Magetan - PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur, melakukan pembahasan pengembangan Stasiun Magetan sebagai upaya peningkatan layanan transportasi dan pariwisata di daerah setempat.

Vice President Daop 7 Madiun Suharjono mengatakan, pembahasan dilakukan dengan mengajukan permohonan izin pengelolaan aset milik Pemkab Magetan untuk pengembangan Stasiun Magetan. Adapun pengembangan stasiun tersebut dalam rangka persiapan rute baru KA Bandara Adi Soemarmo jalur Solo-Madiun.

"Kami mohon izin agar bisa mengelola aset Pemkab Magetan yang ada di Stasiun Magetan untuk pengembangan stasiun setempat. Sehingga Stasiun Magetan bisa cepat tumbuh dan berkembang. Kebetulan PT KAI akan membuka rute baru Kereta Api Bandara Adi Soemarmo jalur Solo - Madiun yang berhenti di Stasiun Magetan," ujar Suharjono dalam kegiatan rapat bersama pemkab di Ruang Rapat Pendapa Surya Graha Magetan, Jumat.

Suharjono menilai, dengan pembahasan dan kerja sama tersebut diharapkan keberadaan Stasiun Magetan dalam melayani pelanggan KA dapat maksimal dan lebih baik.

Pj. Bupati Magetan Nizhamul menyambut baik pembahasan izin tersebut dan diharapkan terjalin sinergi dalam layanan moda transportasi kereta api bagi masyarakat Magetan dan sekitarnya.

"Kami memberikan perhatian agar Magetan cepat maju dan tumbuh ekonominya. Kami bersinergi dengan berbagai pihak agar fasilitas infrastruktur transportasi dapat berkembang sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung atau wisatawan yang akan hadir di Magetan," kata Pj. Bupati Magetan Nizhamul.

Sesuai data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Magetan, saat ini Pemkab Magetan telah membebaskan tanah di depan area Stasiun Magetan seluas sekitar 900 meter persegi.

Sesuai rencana, area tersebut nantinya akan digunakan untuk pintu masuk ke stasiun yang sudah didesain sedemikian rupa guna mempercantik tampilan Stasiun Magetan ke depannya.

"Untuk penyerahan aset tersebut, kami minta agar semua langkah administrasi dilaksanakan sesuai aturan, sehingga kerja sama berjalan lancar," tambahnya.

Kegiatan pembahasan pengembangan Stasiun Magetan selain Pj. Bupati Magetan Nizhamul dan Vice President Daop 7 Madiun Suharjono juga melibatkan OPD terkait seperti Kepala BPKPD, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Kepala Bagian Hukum Setdakab Magetan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.