Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengacara P Diddy Minta Bukti dan Identitas Penggugat Diungkap, Jaksa: Sangat Tidak Pantas!

📅 Jumat, 01 Nov 2024, 16:00 WIB | Oleh:
Pengacara P Diddy Minta Bukti dan Identitas Penggugat Diungkap, Jaksa: Sangat Tidak Pantas! Doc: AP/Invision/Jordan Strauss
Ket. Sean “Diddy” Combs alias P Diddy tiba di Billboard Music Awards, 15 Mei 2022, di Las Vegas.

NEW YORK - Jaksa federal mengatakan pengacara Sean 'Diddy' Combs mencoba "membajak" kasus pidana maestro musik itu dari mereka, dengan meminta hakim untuk memaksakan pengungkapan bukti lebih awal, termasuk identitas para penuduhnya.

Dilaporkan Associated Press, para jaksa mendesak hakim dalam dokumen yang diajukan pada Rabu (30/10) malam untuk menolak permintaan tersebut, dengan mengatakan bahwa upaya untuk mengungkapkan identitas calon saksi, khususnya, adalah "sangat tidak pantas".

Mereka mengatakan tidaklah pantas bagi pengacara pembela untuk mencari pengungkapan identitas korban dan rincian mengenai bukti lain yang akan meninjau kasus pemerintah.

Pengacara pembela juga telah meminta perintah untuk melarang pengacara penggugat berkomentar secara terbuka dan mengklaim bocoran-bocoran informasi dari pemerintah ke media telah mengancam kesempatan Diddy untuk mendapatkan pengadilan yang adil.

Jaksa mengatakan permintaan tersebut merupakan "upaya terselubung untuk membatasi pembuktian Pemerintah pada tahap awal kasus ini dan membajak proses pidana sehingga terdakwa dapat menanggapi gugatan perdata. Permintaan ini harus ditolak mentah-mentah, terutama mengingat risiko yang ditimbulkannya terhadap keselamatan saksi."

Jaksa menambahkan: "Seperti yang diketahui terdakwa, tidak ada dasar hukum yang kuat untuk upayanya memanfaatkan proses pidana ini guna membela diri dari tuntutan perdata."

Diddy (54) tetap berada di penjara federal di Brooklyn sejak ditangkap pada 16 September lalu, dan menunggu persidangan yang dijadwalkan dimulai pada 5 Mei.

Salah satu alasan hakim menolak permohonan pembebasan jaminan yang disarankan pengacaranya adalah karena ia dianggap berbahaya dapat menghalangi keadilan dan terlibat dalam manipulasi saksi.

Diddy mengaku tidak bersalah atas tuduhan memaksa dan menyiksa wanita selama bertahun-tahun, dengan bantuan rekan dan karyawannya.

Jaksa mengatakan bahwa setidaknya sejak tahun 2008, Combs terlibat dalam konspirasi pemerasan, menggunakan kekuasaan dan prestisenya di industri hiburan untuk memaksa perempuan melakukan tindakan seks dengan pekerja seks komersial laki-laki dalam apa yang dikenal sebagai "Freak Offs."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.