Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS: Produksi Beras di Jakarta 2024 Turun 122,59 ton

📅 Jumat, 01 Nov 2024, 19:09 WIB | Oleh:
BPS: Produksi Beras di Jakarta 2024 Turun 122,59 ton Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Petani menggunakan alat combine memanen padi yang mereka tanam di sejumlah arela persawahan Jakarta Utara, Senin (5/8).

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta memproyeksikan produksi beras di Jakarta pada 2024 mencapai 1.453,78 ton atau menurun sebesar 122,59 ton dibandingkan produksi beras pada 2023 sebesar 1.576,37 ton.

"Total produksi beras tahun 2024 ini diperkirakan mencapai 1.453,78 ton, dengan ini mengalami penurunan sebesar 7,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Nurul Hasanuddin dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Nurul merinci bahwa produksi padi di Provinsi DKI Jakarta sepanjang Januari-September 2024 sebesar 2.153,42 ton gabah kering giling (GKG), atau jika dikonversikan setara dengan 1.269,31 ton beras.

Produksi ini mengalami penurunan sebesar 13,47 persen atau sebanyak 335,10 ton GKG yang setara dengan 197,55 ton beras.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan fase tumbuh padi hasil Survei Kerangka Sampling Area (KSA) pada September 2024, potensi produksi padi sepanjang Oktober-Desember 2024 sekitar 312,96 ton GKG atau setara 184,47 ton.

Dengan demikian, total produksi padi sepanjang 2024 diperkirakan mencapai 2.466,37 ton GKG atau mengalami penurunan 7,77 persen setara 207,91 ton GKG.

Penurunan produksi ini dipicu oleh wilayah panen di DKI Jakarta yang hanya berasal dari tiga kabupaten/kota, yakni Jakarta Utara sebesar 2.129,16 ton GKG, kemudian Jakarta Timur 171,69 ton GKG dan Jakarta Barat 165,52 ton GKG.

"Dibandingkan tahun 2023, terjadi penurunan produksi padi di ketiga wilayah tersebut dengan besaran masing-masing Jakarta Utara 4,9 persen, Jakarta Timur 31,64 persen dan Jakarta Barat 10,21 persen," kata Nurul.

Produksi padi ini diperoleh berdasarkan luas panen padi tahun 2024 yang diperkirakan mencapai 513,27 hektare. Sementara itu, berdasarkan data dari Kementerian ATR/BPN, Jakarta hanya memiliki luas lahan baku sawah terkecil di Indonesia, yakni 414 hektare.

"Artinya, Jakarta mengalami panen lebih dari satu kali dalam satu tahun untuk kita potret dan ini sesungguhnya mengalami penurunan sebesar 29,66 hektare, dibandingkan tahun sebelumnya," kata Nurul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.