Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Utusan PBB Temui Pemimpin Junta Militer

24 Kamis, 31 Okt 2024, 02:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Utusan PBB Temui Pemimpin Junta Militer Utusan PBB Temui Pemimpin Junta Militer Doc: AFP/Nhac NGUYEN
Ket. Utusan Khusus PBB untuk Urusan Myanmar, Julie Bishop

NEW YORK - Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa, Julie Bishop, menyatakan bahwa ia telah mengunjungi ibu kota Myanmar dan bertemu dengan kepala junta militer negara tersebut. Hal itu diutarakan Bishop dalam pertemuan PBB pada Selasa (29/10), seraya menambahkan bahwa para pemangku kepentingan di Myanmar harus bergerak melampaui apa yang disebutnya "mentalitas zero-sum" untuk penyelesaian konflik yang memilukan di negara Asia tenggara tersebut.

Myanmar berada dalam krisis sejak panglima militer Min Aung Hlaing memimpin kudeta dan menangkap anggota pemerintahan terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel, Aung San Suu Kyi, pada 1 Februari 2021.

Bishop, mantan Menteri Luar Negeri Australia yang ditunjuk untuk menangani Myanmar pada April lalu mengatakan bahwa jalan apapun menuju rekonsiliasi memerlukan diakhirinya kekerasan, akuntabilitas, dan akses bagi PBB dan kelompok-kelompok bantuan.

"Saya telah mengunjungi Naypyidaw dan bertemu dengan Jenderal Senior Min Aung Hlaing," kata Bishop tentang kunjungan yang sebelumnya dirahasiakan itu, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang pertemuan tersebut.

Bishop juga mengatakan bahwa ia pun telah bertemu dengan perwakilan dari partai pimpinan Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), pemerintah bayangan, dan organisasi etnis bersenjata.

"Tujuan saya adalah untuk memahami berbagai perspektif yang berbeda dan sering kali bertentangan sehingga melalui peran saya, saya dapat mendorong koordinasi yang lebih baik dengan upaya regional dan global untuk memfasilitasi solusi yang disepakati," ucap Bishop.

"Para pemangku kepentingan Myanmar harus bisa keluar dari mentalitas zero-sum saat ini. Tidak banyak kemajuan yang dapat dicapai dalam memenuhi kebutuhan rakyat jika konflik bersenjata terus berlanjut di seluruh negeri." tegas dia.

Sanksi Baru

Sementara itu Uni Eropa, Inggris, dan Kanada, pada Selasa mengumumkan sanksi baru yang menargetkan akses junta Myanmar ke peralatan, perlengkapan, dan dana militer.

Pembatasan baru tersebut yang menargetkan pada entitas yang memasok bahan bakar dan peralatan penerbangan ke militer Myanmar, ditujukan untuk membatasi kemampuannya untuk melakukan serangan udara terhadap warga sipil, menurut Inggris.

Sanksi terbaru ini muncul saat pemberontak etnis minoritas dan Pasukan Pertahanan Rakyat yang berjuang untuk melawan kudeta berbalik menyerang dan memukul mundur pasukan junta dan menempatkan para pemberontak di posisi dekat bekas ibu kota kerajaan, Mandalay. ST/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage

Wisata Kebun Stroberi Jadi Daya Tarik di Mamasa

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Wisata Kebun Stroberi Jadi ...
Luar Negeri
Kemlu: Dua WNI Turut Jadi K...

UNDP Desak Percepatan Investasi Hijau

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
UNDP Desak Percepatan Inves...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.