Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IMF: Ekonomi Dunia Berisiko Alami Perlambatan Pertumbuhan

📅 Sabtu, 26 Okt 2024, 00:02 WIB | Oleh:
IMF: Ekonomi Dunia Berisiko Alami Perlambatan Pertumbuhan Doc: koran jakarta /ones
Ket. Sumber: IMF, World Economic Outlook database

WASHINGTON - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva, memperingatkan dunia berada dalam bahaya terperosok dalam jalur pertumbuhan rendah dan utang tinggi yang akan menyebabkan pemerintah memiliki lebih sedikit sumber daya untuk meningkatkan peluang bagi rakyatnya dan mengatasi perubahan iklim serta tantangan lainnya.

"Hasilnya adalah meningkatnya ketidakpuasan masyarakat," kata Georgieva dalam konferensi pers selama pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Washington, Kamis (24/10). Dikutip dari The Straits Times, pertemuan tersebut dibayangi oleh semakin dekatnya pemilihan presiden Amerika Serikat pada tanggal 5 November, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa rakyat Amerika, yang tersengat oleh inflasi tinggi selama pemerintahan Presiden Demokrat, Joe Biden, dapat mengembalikan kandidat Republik, Donald Trump, ke Gedung Putih, yang akan mengawali era baru kebijakan perdagangan proteksionis dan utang baru AS senilai triliunan dollar.

Ketidakpuasan tidak hanya terjadi di AS, kata Georgieva, meskipun ekonomi global menunjukkan ketahanan dalam menghadapi ancaman perang, permintaan yang lemah di Tiongkok, dan efek tertinggal dari kebijakan moneter yang ketat.

"Bagi sebagian besar dunia, soft landing sudah di depan mata, tetapi orang-orang tidak merasa senang dengan prospek ekonomi mereka," kata Georgieva, merujuk skenario di mana inflasi tinggi dapat dijinakkan tanpa resesi yang menyakitkan atau kehilangan pekerjaan dalam jumlah besar. Semua orang yang saya tanya di sini, bagaimana ekonomi Anda? Jawabannya bagus. Bagaimana suasana hati rakyat Anda? Jawabannya tidak begitu bagus. Keluarga-keluarga masih menderita akibat harga yang tinggi dan pertumbuhan global tidak kuat.

Prakiraan Ekonomi

IMF pada hari Selasa merilis prakiraan ekonomi baru yang menunjukkan bahwa pertumbuhan PDB global akan sedikit menurun pada tahun 2029 menjadi 3,1persen dari 3,2 persen tahun ini, jauh di bawah rata-rata tahun 2000-2019 sebesar 3,8 persen, karena kekuatan AS saat ini memudar.

Pada saat yang sama, Monitor Fiskal IMF menunjukkan utang pemerintah global akan mencapai 100 triliun dollar AS untuk pertama kalinya tahun ini dan terus meningkat karena sentimen politik semakin mendukung pengeluaran pemerintah dan menolak kenaikan pajak. Monitor tersebut juga memprediksi bahwa utang pemerintah sebagai bagian dari PDB, yang sekarang 93 persen, akan mencapai 100 persen pada tahun 2030, melampaui puncaknya selama pandemi Covid.

"Jadi intinya, ekonomi global terancam terjebak pada jalur pertumbuhan rendah dan utang tinggi. Itu berarti pendapatan lebih rendah dan lebih sedikit lapangan kerja. Itu juga berarti pendapatan pemerintah lebih rendah, jadi lebih sedikit sumber daya untuk keluarga dan untuk melawan tantangan jangka panjang seperti perubahan iklim. Ini adalah masa- masa yang menegangkan dengan mempertimbangkan masalah-masalah ini," kata Georgieva.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.