Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Perlu Susun Kebijakan Tepat untuk Pekerja Informal

📅 Rabu, 23 Okt 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Pemerintah Perlu Susun Kebijakan Tepat untuk Pekerja Informal Doc: ISTIMEWA
Ket. Presiden Prabowo Subianto

JAKARTA - Pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka diharapkan menyusun kebijakan yang tepat bagi pekerja informal, salah satunya di industri transportasi berbasis aplikasi.

Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, mengatakan saat ini banyak angkatan kerja yang tidak terserap oleh sektor-sektor formal sehingga banyak dari angkatan kerja yang memilih bekerja di sektor informal, antara lain buruh harian, pekerja borongan pabrik, atau juga sebagai gigworker(pekerja lepas) seperti ojek online (ojol) atau taksi online.

"Saat ini, ekonomi RI hanya mampu menyerap sekitar 200 ribu tenaga sektor formal setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi, sehingga dengan PDB di kisaran 5 persen maka sektor formal hanya mampu menyerap sekitar 1-1,2 juta tenaga kerja per tahun," kata Piter dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (22/10).

Seperti dikutip dari Antara, Piter mengatakan pertumbuhan angkatan kerja baru setiap tahunnya berkisar antara 3-4 juta, sementara ketersediaan lapangan kerja formal hanya mampu menyerap sekitar satu juta tenaga kerja.

Dampak ketidakseimbangan antara pertumbuhan lapangan kerja formal dan pertumbuhan angkatan kerja inilah yang membuat banyak angkatan kerja yang memilih pekerjaan informal seperti ojol sebagai penopang biaya hidup.

Hasil Survei

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Segara Research Institute bertajuk Potret Beban Kerja dan Penghasilan Pekerja Informal di Indonesia menunjukkan pekerjaan informal sebagai pengemudi taksi online dan pengemudi ojol menyerap lulusan S1 tertinggi dibandingkan pekerjaan informal lainnya.

Hasil survei itu menunjukkan sebesar 26,53 persen dari responden pengemudi taksi online dan 17,42 persen dari responden pengemudi ojol adalah lulusan sarjana.

Menurut hasil survei tersebut, banyaknya angkatan kerja yang memilih bekerja sebagai pengemudi taksi online dan ojol dikarenakan keduanya memiliki banyak kelebihan dibandingkan sektor informal lainnya.

Pertama yaitu dari sisi penghasilan yang lebih besar, di mana rata-rata penghasilan per bulan mereka masing-masing 7,23 juta rupiah per bulan dan 5,36 juta rupiah per bulan. Sementara pekerjaan informal lainnya, misalkan pengemudi konvensional hanya mendapatkan penghasilan rata-rata 4,79 juta rupiah per bulan.

Kemudian dari sisi jaminan keselamatan kerja dan kesehatan kerja, rata-rata pengemudi taksi online dan ojol mendapatkan bantuan kedua fasilitasi tersebut. Sementara pekerja informal lainnya menyatakan hanya sedikit dari mereka yang mendapatkan fasilitas tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.