Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Trenggalek Imbau Warga Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi

📅 Rabu, 23 Okt 2024, 21:39 WIB | Oleh:
BPBD Trenggalek Imbau Warga Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi Doc: antara
Ket. Dok - Kalaks BPBD Trenggalek Triadi Atmono usai meninjau kondisi jembatan Tawing yang rusak parah diterjang luapan air di Munjungan, Trenggalek.

BPBD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengimbau warganya, terutama yang tinggal atau bermukim di sekitar daerah rawan banjir dan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring datangnya musim hujan.

"Mari bersama-sama melakukan mitigasi bencana. Petakan dan laporkan segera jika ada tanda-tanda tanah retak dan sejenisnya yang bisa memicu longsor," kata Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono,di Trenggalek, Rabu.

Potensi longsor biasanya muncul di daerah catatan tinggi atau pegunungan. Sementara banjir acapkali terjadi di daerah dataran, terutama sekitar Kota Trenggalek.

"Selain itu juga potensi pohon tumbang yang patut diwaspadai," katanya.

Hujan dengan intensitas sedang sempat beberapa kali mengguyur wilayah Trenggalek.

Curah hujan itu merata dan mengguyur hampir seharian pada 19-20 Oktober. Dan itu sudah cukup memicu serangkaian bencana banjir dan longsor di tujuh desa empat kecamatan di Trenggalek.

Tercatat sebanyak 23 rumah rusak ringan dan sebuah jembatan rusak berat atau putus total.

Rinciannya, bencana longsor di Desa Dukuh dan Sawahan Kecamatan Watulimo, longsor di Desa Jombok dan Desa/Kecamatan Pule, serta longsor dan banjir di Desa Tawing dan Bangun di Kecamatan Munjungan. Kemudian ada retakan tanah di Desa Sumurup Kecamatan Bendungan.

BPBD Trenggalek bersama instansi terkait terus melakukan langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak bencana, di antaranya adalah memastikan seluruh alat deteksi bencana di Trenggalek berfungsi dengan baik, maupun langkah-langkah mitigasi lainnya.

"Termasuk kesiapsiagaan masyarakat itu sendiri menghadapi potensi bencana. Kita bentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di masing-masing wilayah sesuai dengan potensi bencananya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.