Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Urban Farming' Bisa Jadi Sarana Produksi Pangan

📅 Senin, 21 Okt 2024, 03:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
'Urban Farming' Bisa Jadi Sarana Produksi Pangan Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memimpin panen raya di lahan pertanian urban Korem 051/Wkt Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi bersama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Danrem 051/Wkt Brigjen TNI Riyanto serta unsur terkait, beberapa waktu lalu.

KABAR menggembirakan saat ini mulai banyak warga yang sadar akan pentingnya menciptakan sendiri pangan. Apa yang mereka butuhkan ditanam sendiri, terutama yang memang bisa ditanam di pekarangan atau lahan kecil atau pot. Warga kota mulai banyak yang menjalankan urban farming atau pertanian perkotaan. Bahkan Kabupaten Bekasi mengandalkan urban farming sebagai sarana ketahanan pangan warga.

Sejumlah anggota TNI tengah mendorong program urban farming ini di Bekasi. Urban farming merupakan kegiatan bercocok tanam atau memelihara hewan ternak di wilayah perkotaan untuk menghasilkan bahan pangan. Bisa juga kebutuhan lain yang dapat dilakukan di lahan terbatas seperti pekarangan, halaman sekolah, pinggir jalan, maupun lahan tidur.

Kegiatan pertanian perkotaan ini dinilai mampu menjadi solusi mengatasi beragam masalah seperti distribusi pangan yang tidak seimbang, penurunan kualitas lingkungan, kemiskinan perkotaan, ancaman krisis pangan hingga perubahan iklim. Urban farming juga dapat memberikan berbagai manfaat seperti meningkatkan ketahanan pangan perkotaan.

Kemudian, keberagaman pangan, mendorong masyarakat perkotaan untuk lebih adaptif terhadap ketersediaan pangan, meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga, dan bahkan berkontribusi terhadap kualitas lingkungan.

TNI juga melakukan urban farming melalui program penanaman komoditas pangan secara berkelanjutan. Contohnya, aktivitas pertanian urban di Kabupaten Bekasi, yang dijalankan TNI Angkatan Darat dari Korem 051/Wijayakarta (Wkt). Program inisiasi Pangdam Jaya tersebut diimplementasikan Korem 051/Wkt melalui aktivitas pertanian di Kabupaten Bekasi. Mereka menanam bawang merah berkualitas tinggi secara berkelanjutan.

Kegiatan yang sudah berlangsung selama setahun itu terpusat di lokasi seluas 34,5 hektare. Ini terbagi: 13,5 hektare di Wanajaya, 17,5 hektare di Sukatani dan 3,5 hektare di kawasan Metland Cibitung.

Dengan memanfaatkan teknologi canggih dan metode ramah lingkungan, lahan ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan lokal dan memastikan pasokan brambang yang konsisten serta berkualitas. Brambang dipilih sebagai komoditas utama program pertanian urban karena berperan sebagai salah satu penyumbang inflasi terbesar.

Aktivitas prajurit bersama petani lokal antara lain mengolah lahan menggunakancultivator, layanan lahan, penyemprotan cairan pelindung tanaman, tambahan nutrisi, hingga pembuatan bendungan.

Penggunaan cultivator sebagai alat untuk mengolah lahan menjadi bagian penting dalam kegiatan perbaikan atau servis lahan di lahanurban farmingKabupaten Bekasi. Dengan ketersediaan bibit seberat 149 ton per tahun untuk tiga kali panen, aktivitas bercocok tanam mampu menghasilkan produksi berkapasitas 36,75 ton per bulan atau 588 ton per tahun. Kegiatan seperti ini juga dapat ditiru daerah lain. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.