Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keberlanjutan Ibu Kota Nusantara Bisa Mengakselerasi Daya Saing Ekonomi RI

📅 Jumat, 18 Okt 2024, 00:12 WIB | Oleh:
Keberlanjutan Ibu Kota Nusantara Bisa Mengakselerasi Daya Saing Ekonomi RI Doc: ANTARA/M RISYAL HIDAYAT
Ket. IKN NUSANTARA

JAKARTA - Keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, yang merupakan salah satu program prioritas Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo - Gibran, bisa mengakselerasi daya saing ekonomi Indonesia.

"Hal itu bisa terwujud mengingat pembangunan IKN bisa membuat adanya pusat perekonomian baru di wilayah tengah dan timur, yang dapat mempercepat pemerataan pembangunan, serta mengurangi konsentrasi ekonomi yang terpusat di Jawa," kata peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bahtiar Rifai, di Jakarta, Kamis (17/10).

Seperti dikutip dari Antara, Bahtiar mengatakan keberlanjutan pembangunan IKN turut membawa efisiensi biaya transportasi, sehingga wilayah itu dapat menjadi hub konektivitas untuk Indonesia tengah yang membuat perjalanan manusia atau barang tidak lagi harus transit di Jakarta. "Pengurangan biaya transportasi melalui penyederhanaan rute akan meningkatkan daya saing ekonomi," ujar Bahtiar.

Harus Dipenuhi

Lebih lanjut, Bahtiar mengatakan untuk mewujudkan akselerasi pembangunan ekonomi Indonesia dari keberlanjutan IKN, ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi, antara lain self-financing sebagai kota baru yang secara ekosistem bisnis telah terbangun dengan baik, lengkap dan mencukupi.

Kondisi tersebut akan menumbuhkan transaksi ekonomi yang berkelanjutan, dan menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung. Selanjutnya, tambah dia, ada kepastian kuantitas, kualitas dan keberlanjutan antara supply dan demand, penyedia berbagai kebutuhan untuk ekonomi, seperti energi, pangan, jasa, dan hiburan, maupun pemintaan pasar sehingga terjadi transaksi ekonomi yang akan mengakselerasi pertumbuhan perekonomian di IKN.

Dia juga mengatakan perlu penumbuhan pusat-pusat inovasi sebagai powerhouse perekonomian, dan mesti adanya aglomerasi ekonomi yang dapat menjadi magnet investasi selanjutnya. Selain itu, disampaikannya, perlu adanya hubungan yang harmonis antara masyarakat lokal dan para pendatang untuk mewujudkan ekosistem perekonomian yang kolaboratif.

"Relasi mutualisme antara pendatang dan orang lokal atau asli sehingga terbentuk harmonisasi kehidupan yang berdampingan dan saling bekerja sama untuk pembangunan ekonomi," ujar dia. Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto- Gibran Rakabuming Raka, dalam visi dan delapan misi Asta Cita, menerapkan salah satu program prioritas untuk melanjutkan pembangunan IKN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.