Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Banjir Rob Saat Hunter's Moon

📅 Kamis, 17 Okt 2024, 17:03 WIB | Oleh:
BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Banjir Rob Saat Hunter's Moon Doc: REUTERS/Darrin Zammit Lupi/aww/cfo
Ket. Arsip - Seorang perempuan duduk di atas sebuah batu saat bulan purnama, yang dikenal sebagai "Hunter's Moon", terlihat di I-Ahrax Point di Marfa Ridge, di luar desa Mellieha, Malta, Rabu (20/10).

MATARAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat untuk mewaspadai potensi banjir rob akibat fenomena bulan purnamaHunter's Moonyang terjadi malam ini.

Prakirawan BMKG Nusa Tenggara Barat Bastian Andriano di Mataram, Kamis, mengatakan fenomena banjir rob salah satunya disebabkan oleh kenaikan muka air laut akibat aktivitas pasang surut.

"Adanya kejadian purnama berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum, sehingga masyarakat perlu waspada terhadap potensi banjir rob," kata Bastian.

Berdasarkan informasi prakiraan cuaca BMKG di wilayah Nusa Tenggara Barat, tinggi gelombang dapat mencapai dua meter atau lebih di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, dan Samudera Hindia bagian selatan provinsi tersebut.

Hunter's Moonmerupakan istilah untuk bulan purnama pertama di musim gugur. Bastian mengungkapkan bahwa musim gugur adalah musim berburu.

FenomenaHunter's Moonmerupakan nama lain dariSupermoon, yaitu keadaan purnama penuh ketika bulan berada pada orbit terdekatnya dengan bumi.

Fase purnama yang terjadi saat bulan berjarak paling dekat dengan bumi membuat penampakan bulan terlihat lebih besar sekitar 14 persen dan lebih terang sekitar 30 persen, bila dibandingkan pada saat purnama dan bulan berada pada orbit terjauhnya dari bumi.

Adapun lokasi objek wisata di Nusa Tenggara Barat yang diperkirakan cerah malam ini dan bisa menjadi tempat untuk menyaksikan fenomenaHunter's Moon adalah Gili Trawangan di Lombok Utara dan Pantai Lawata di Kota Bima. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.